ABATANEWS, MAROS – Pemerintah Kabupaten Maros mengalokasikan anggaran sekitar Rp700 juta untuk pembangunan Masjid Baitul Khair di kawasan perkantoran Pemkab.
Masjid berkapasitas 560 jemaah itu kini resmi difungsikan sebagai pusat ibadah bagi ASN dan masyarakat yang beraktivitas di area tersebut.
Masjid seluas 360 meter persegi itu mulai digunakan usai diresmikan Bupati Maros, Chaidir Syam, bersama Wakil Bupati Muetazim Mansyur, Jumat, 20 Februari 2026.
Baca Juga : 396 Guru PPPK Paruh Waktu di Maros Berpeluang Jadi Penuh Waktu Tanpa Seleksi
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita sekaligus pelaksanaan salat Jumat perdana.
Chaidir mengatakan, pembangunan masjid ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan ruang ibadah yang selama ini dinilai tidak lagi memadai.
“Selama ini kita salat berjamaah di lantai dua yang sudah over kapasitas. Kita hadirkan masjid ini agar lebih representatif, terutama para ASN bisa menjalankan ibadah dengan nyaman,” katanya.
Baca Juga : Bupati Maros Bawa Keluarga Vallen ke DPR, Minta Negara Kawal Kasus di Armenia Agustus 20, 2026
Ia menjelaskan, nama Baitul Khair yang berarti “pintu kebaikan” dipilih sebagai doa dan harapan agar dari kawasan perkantoran tersebut lahir kebijakan-kebijakan terbaik untuk masyarakat Maros.
“Momen ini juga spesial karena bertepatan hari kedua Ramadan. Angka dua ini juga angka keberuntungan saya dan Pak Wakil saat Pilkada, dan hari ini genap setahun kami menjabat,” paparnya.
Mantan Ketua DPRD Maros itu mengajak seluruh ASN untuk memakmurkan masjid tersebut, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang interaksi, menimba ilmu, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Baca Juga : 204 Warga Binaan di Maros Dapat Remisi HUT RI, 2 Orang Langsung Bebas
“Memakmurkan masjid ini adalah tanggung jawab kita bersama. Saya harap setiap masuk waktu salat, seluruh aktivitas kita hentikan dan kita salat berjamaah di masjid ini,” pungkasnya.