Rabu, 20 April 2022 10:34

Makna Malam Nuzulul Qur’an Bagi Rektor UNM Prof Husain Syam

Rektor UNM Prof Husain saat menghadiri peringatan malam Nuzulul Qur'an sekaligus menutup kegiatan lomba semarak bulan Ramadan 1443 Hijriah di Masjid Nurul Ilmi Kampus Gunung Sari UNM, pada Selasa (19/4/2022). (Foto: ABATANEWS/Wahyuddin)
Rektor UNM Prof Husain saat menghadiri peringatan malam Nuzulul Qur'an sekaligus menutup kegiatan lomba semarak bulan Ramadan 1443 Hijriah di Masjid Nurul Ilmi Kampus Gunung Sari UNM, pada Selasa (19/4/2022). (Foto: ABATANEWS/Wahyuddin)

ABATANEWS, MAKASSAR – Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Husain Syam punya makna tersendiri di hati penting umat Islam pada bulan Ramadan, yakni malam turunnya ayat pertama Al-Qur’an atau dikenal dengan malam Nuzulul Qur’an.

Menurutnya, sangat penting bagi umat Islam untuk memperingati hari penting yang jatuh pada malam 17 ramadan itu.

“Saya kira memperingati hari turunnya Al-Qur’an rasanya sangat penting sekali. Hari kemerdekaan saja diperingati, tapi ini hari turunnya Al-Qur’an adalah seluruh umat Islam patut punya rasa haru dan merasakan betul-betul hadirnya Allah di dalam jiwa kita semua,” terang Prof Husain saat menghadiri peringatan malam Nuzulul Qur’an sekaligus menutup kegiatan lomba semarak bulan Ramadan 1443 Hijriah di Masjid Nurul Ilmi Kampus Gunung Sari UNM, pada Selasa (19/4/2022).

Baca Juga : Rektor Prof Husain Resmikan Gedung Serbaguna Kampus V UNM Parepare

Nuzulul Qur’an, kata mantan Dekan Fakultas Teknik UNM itu, ialah pengejewantahan komitmen bagi untuk menjaga dan menerapkan kemuliaan kitab suci Al-Quran. .

“Semoga tentunya selalu menjadikan suasana dan memaksimalkan dengan tahun-tahun sebelumnya, dan tahun yang akan datang akan jauh lebih baik lagi dalam peringatan Nuzulul Qur’an ini,” harap Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sulsel itu.

Dengan ini juga, Prof Husain pun terus berkomitmen akan memberi keutamaan bagi hafidz dan hafidzah yang ingin melanjutkan kuliah di UNM.

Baca Juga : Gubernur Sudirman Serahkan Wakaf Al-Quran dan Hibah Sarana Masjid di Soppeng

Hal itu, demi memajukan UNM dari segi sumber daya manusia yang unggul dan berprestasi di bidang keagamaan.

“Dalam kebersamaan ini kita juga terus memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa hafidz dan hafidzah. Kami juga sudah beri kebijakan kepada calon-calon peserta didik yang mau masuk di UNM bahwa siapa saja penghafal Al-Qur’an minimal 15 Juz itu bebas tes untuk mengembangkan dirinya di UNM,” pungkasnya.

Penulis : Wahyuddin
Komentar