Minggu, 06 Februari 2022 21:31

LKBH PGRI Sulsel Siap Dampingi Penuh Guru Korban Pengeroyokan di Sirdap

Ketua LKBH PGRI Sulsel Mursalim (kiri) dan Guru SMKN 5 Sidrap Sudarta (kanan). (Foto: ABATANEWS/Imam)
Ketua LKBH PGRI Sulsel Mursalim (kiri) dan Guru SMKN 5 Sidrap Sudarta (kanan). (Foto: ABATANEWS/Imam)

ABATANEWS, MAKASSAR – Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Persatuan Guru Republik Indonesia (LKBH PGRI) Sulawesi Selatan bersedia mendampingi selaku penasihat hukum Sudarta seorang guru SMK 5 Sidrap sebagai korban pengeroyokan yang diduga keras dilakukan oleh orang tua siswa yang secara bersama-sama.

Kepastian kesediaan pendampingan selaku Penasihat Hukum itu usai Sudarta menemui langsung Ketua LKBH PGRI Sulsel, Mursalim Rauf di Makassar, pada Ahad (6/2/2022).

“Setelah bertemu dan mendapat penjelasan langsung dari Sudarta sebagai korban kekerasan srcara bersama sama , kami dari LKBH PGRI Provinsi Sulawesi Selatan akan mendampingi dan mengawal penuh proses hukum yang dialami oleh Pak Sudarta,” kata Mursalim, lewat keterangan persnya, pada Ahad.

Baca Juga : Pemkab Jeneponto Serahkan 94 SK PPPK Guru

Menurutnya, setelah mendengar penjelasan yang disertai oleh sejumlah dokumen sebagai alat bukti, korban sepatutnya untuk diberi pendampingan hukum.

“Pak Sudarta sebagai korban murni menjalankan tugas mulianya sebagai pendidik di sekolah. Namun rupanya, justru mendapat perlakuan yang tidak semestinya dari orang tua siswa yang belum paham peristiwa yang sesingguhnya , Hal Ini sangat memprihatikan untuk dunia pendidikan,” kata anggota Asosisiasi Advokat Indonesia tersebut.

Sementara itu, Sudarta menyampaikan terima kasihnya kepada Ketua PGRI Sulsel Bapak Prof DR H Hasnawi Haris M.Hum dan Ketua LKBH PGRI Sulsel yang bersedia memberi pendampingan dan nas8hat hukum kepadanya.

Baca Juga : Serahkan SK PPPK, Bupati Budiman Curhat Jadi Guru Honor Selama 17 Tahun

“Karena saya sebagai guru, tidak ingon kejadian seperti ini dengan mudah terjadi lagi. Ini bukan cuma perkara saya pribadi, melainkan menyangkut tugas dan peran guru yang sangat vital untuk generasi penerus,” tuturnya.

Lewat peristiwa ini, ia juga berharap, agar semua pihak bisa memetik pelajaran. Sebab tugas dan peran guru sebagai pengganti orang tua siswa di sekolah, bisa dilakukan secara aman dan nyaman dengan tetap menjaga norma hukum yang berlaku.

Penulis : Imam Adzka
Komentar