Kamis, 18 September 2025

Kukuhkan Pengurus PGRI Makassar, Munafri: Tugas Guru Adalah Memanusiakan Manusia

Kukuhkan Pengurus PGRI Makassar, Munafri: Tugas Guru Adalah Memanusiakan Manusia

ABATANEWS, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan kembali pentingnya peran guru strategis dalam menjaga keutuhan dan mencegah segala tindakan yang dapat mencoreng nama baik dunia pendidikan.

Menurutnya, hakikat tugas seorang pendidik adalah memanusiakan manusia, membimbing peserta didik agar tumbuh menjadi pribadi yang utuh.

Pesan itu disampaikan Munafri saat menghadiri Pengukuhan Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Makassar Masa Bakti ke-23 Tahun 2025–2030 yang digelar di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sulawesi Selatan, Jl. AP Pettarani, Kamis (18/9/2025).

Baca Juga : Wawali Aliyah Sampaikan Jawaban Wali Kota atas Pandangan Umum Fraksi DPRD Secara Daring

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan pentingnya menjaga integritas guru di tengah berbagai persoalan yang melanda dunia pendidikan belakangan ini.

Menurutnya, persoalan integritas bukanlah hal baru, namun persoalan yang sudah berlangsung lama dan memerlukan perhatian serius serta suara yang lebih lantang.

“Persoalan di sekolah, dunia pendidikan ini bukanlah persoalan yang mudah dan bukan pula hal yang baru muncul. Sudah bertahun-tahun terjadi dan harus disuarakan lebih lanjut,” ujar Appi.

Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Apresiasi Kolaborasi UNIQLO dan Pemkot Makassar dalam Promosikan Produk UMKM

Munafri menilai banyak faktor yang dapat mempengaruhi integritas seorang pendidik, mulai dari urusan keluarga hingga tekanan dari lingkungan sekitar.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemkot Makassar mendorong kolaborasi erat dengan PGRI. Munafri menekankan bahwa perbaikan kualitas guru tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah daerah.

“Kami sangat berharap kepada PGRI untuk bisa sama-sama berpikir apa yang bisa dilakukan dengan segala keterbatasan yang dimiliki pemerintah kota. Saya berharap kita bisa berkolaborasi untuk memperbaiki kualitas guru yang ada di Kota Makassar,” katanya.

Baca Juga : Pelayanan Makin Humanis, RSUD Daya Makassar Luncurkan Inovasi GELIAT Solusi Penahanan Pasien

Ia menargetkan Makassar menjadi barometer kualitas guru di Indonesia. Dari Pemkot Makassar, ingin melihat kualitas guru yang paling baik di Indonesia yang ada di Makassar.

Profesi ini sangat penting dan perlu mendapat perhatian khusus. Guru harus diberikan kemampuan untuk menyampaikan seluruh keilmuannya kepada peserta didik

Politisi Golkar itu mengungkapkan bahwa Pemkot Makassar terus mencari pola terbaik untuk mendukung profesi guru, termasuk menghapus stigma negatif di lingkungan sekolah.

Baca Juga : Pulihkan Fungsi Ruang Publik, Satpol PP Tertibkan Bangunan Liat di Eks Stadion Mattoanging

Dengan dukungan penuh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pemkot berkomitmen memperkuat infrastruktur pendidikan.

“Tahun ini, intervensi kami terhadap infrastruktur pendidikan di wilayah kepulauan akan menjadi perhatian. Kami juga membangun kolaborasi dengan beberapa perusahaan swasta untuk memperbaiki gedung-gedung sekolah,” jelasnya.

Lebih jauh lagi, Munafri menekankan pentingnya kemandirian guru. Dinana guru harus mandiri dalam menjalankan hidupnya, tidak terganggu oleh beban rumah tangga dan kehidupan.

Baca Juga : Wawali Aliyah Sampaikan Penjelasan Wali Kota atas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Secara Daring

Ia berharap suara-suara guru bisa tertampung di asosiasi profesi PGRI ini. Lebih lanjut dia, menegaskan bahwa pendidikan dan profesi guru harus menjadi “titik sentral” pemikiran bersama agar guru benar-benar dihormati dan dihargai di tengah masyarakat.

“Pola pendidikan ini bisa menjadi perhatian kita semua agar profesi guru benar-benar menjadi profesi yang dihormati dan dihargai,” tambah Appi.

Lebih lanjut Ketua IKA FH Unhas itu mengingatkan pengurus PGRI Kota Makassar, agar tetap mengedepankan tugas utama sebagai pendidik.

Baca Juga : Terminal Daya Siap Bertransformasi Jadi Pusat Logistik Modern di Makassar

PGRI ini harus menjadi wadah bagi guru-guru di Kota Makassar yang tergabung dalam asosiasi profesi. Ketika sudah berada di dalam organisasi, maka prioritas tugas utamanya tidak boleh dilupakan.

“Jangan terlalu sibuk mengurusi organisasi, ditugaskan sebagai pengajar malah ditinggalkan. Itu yang saya tidak ingin terjadi,” tegas Munafri.

Orang nomor satu Kota Makassar itu juga menekankan pentingnya kesinambungan program kerja organisasi. Ia mengingatkan agar setiap pergantian kepengurusan tidak serta-merta menghapus program yang telah berjalan dengan baik.

Baca Juga : Bertemu Wali Kota Munafri, Darije Kalezic Ungkap Alasan Kembali Latih PSM Makassar

“Yang bagus ditingkatkan, yang tidak bagus dihilangkan. Kita berharap program PGRI ini menjadi program yang berkelanjutan,” harap mantan bos PSM itu.

Menurutnya, kunci keberhasilan pendidikan terletak pada kemampuan, kualitas, dan kompetensi guru. Ini menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama untuk memaksimalkan peran guru.

Appi juga menekankan pentingnya kesejahteraan guru sebagai landasan peningkatan kualitas pendidikan. Ia bahkan mengandaikan, bila gaji guru setara dengan Rp50 juta per bulan, profesi ini akan menjadi pilihan paling diminati.

Baca Juga : BPBD Makassar Gandeng Kampus 23, Siapkan 23.000 Mahasiswa Tangguh Bencana

“Kalau bisa gaji guru rata-rata Rp50 juta per bulan, saya yakin setiap jadi pendaftaran guru akan paling ramai di Indonesia,” imbuh Appi.

“Tapi sayangnya, gaji sebesar itu baru ada di beberapa BUMN besar. Padahal ini adalah fondasi besar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” lanjutnya.

Meski demikian, Pemkot Makassar tetap berupaya meningkatkan insentif, terutama bagi guru yang mengajar di wilayah kepulauan.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Tinjau Lorong Kerung-Kerung, Pastikan Air PDAM Mengalir ke Rumah Warga

“Alhamdulillah, insyaallah bulan ini kita mulai menambah insentif guru, khususnya bagi yang mengajar di pulau-pulau terluar. Ini sudah dianggarkan dan kita atur secara bertahap,” jelasnya.

Munafri menilai perlunya ada proses komprehensif untuk memperkuat peran guru, termasuk perbaikan kurikulum karakter dan akhlak. Ia juga mendorong PGRI menjadi saluran aspirasi para guru.

“Dibutuhkan proses yang lebih komprehensif untuk membawa guru pendidikan ke tingkat maksimal. Saya berharap PGRI bisa menjadi wadah mewakili aspirasi atas permasalahan yang dihadapi para guru di Kota Makassar,” tutupnya.

Penulis : Azwar
Komentar