Sabtu, 03 Oktober 2026

Kualitas Udara di Sulsel Kategori Kurang Sehat, Diduga Terdampak Kebakaran Hutan Kalimantan

Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Asriani Idrus saat memaparkan arah angin yang membawa asap Karhutla Kalimantan ke Sulsel. (Foto: Abatanews)
Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Asriani Idrus saat memaparkan arah angin yang membawa asap Karhutla Kalimantan ke Sulsel. (Foto: Abatanews)

ABATANEWS, MAKASSAR – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar melaporkan adanya penurunan kualitas udara di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam beberapa hari terakhir.

Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Asriani Idrus, menjelaskan bahwa berdasarkan pantauan alat pengukur kualitas udara di Stasiun Klimatologi (Staklim) Maros, indikator konsentrasi Particulate Matter (PM2,5) menunjukkan tren kualitas udara berada pada kategori kurang sehat hingga sedang.

“Berdasarkan pengamatan beberapa hari terakhir di Staklim Maros, kualitas udara untuk indikator PM2,5 di wilayah Maros dan Makassar masuk dalam kategori kurang sehat hingga sedang,” ujar Asriani.

Baca Juga : BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Sejumlah Wilayah Sulsel Dihantam Suhu Panas Dalam Beberapa Hari ke Depan

Menurutnya, lonjakan konsentrasi partikel udara kurang sehat tersebut umumnya terjadi sejak tengah malam, dini hari, hingga menjelang siang hari.

“Kondisi kurang sehat ini biasanya terpantau mulai tengah malam hingga pagi hari sekitar pukul 11.00 WITA, dan baru kembali normal memasuki pukul 12.00 WITA,” lanjutnya.

Mengenai pemicu penurunan kualitas udara tersebut, analisis BMKG mengindikasikan adanya kontribusi dari asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berasal dari luar wilayah Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Sulsel Dilanda Kekeringan Ekstrem, Dampak El Nino Diprediksi Hingga April 2027

Meski pola umum pergerakan angin saat ini didominasi oleh angin timuran, data dari Automatic Weather Station (AWS) di wilayah Paotere, Makassar, mencatat adanya embusan angin yang bertiup dari arah barat.

“Berdasarkan peta sebaran asap, pusat titik api teridentifikasi berada di wilayah Kalimantan. Data AWS Paotere menunjukkan adanya pergerakan angin dari arah barat, sehingga asap karhutla dari Kalimantan diduga kuat terbawa angin hingga mencapai wilayah Sulawesi Selatan,” pungkas Asriani.

Penulis : Wahyuddin
Komentar