Selasa, 13 Oktober 2026

Dampak Asap Karhutla: Tujuh Penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin Batal Mengudara

Ilustrasi Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.
Ilustrasi Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

ABATANEWS, MAKASSAR – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melumpuhkan sebagian aktivitas penerbangan di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan. Dampak buruk cuaca tersebut memaksa pengelola bandara membatalkan sejumlah jadwal keberangkatan demi menjamin keselamatan penerbangan.

General Manager Bandara Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, mengungkapkan bahwa langkah tegas ini diambil pascapemantauan intensif dan konsolidasi bersama pihak maskapai serta para pemangku kepentingan penerbangan. Berdasarkan catatan operasional per 12 Oktober 2026, tercatat ada tujuh penerbangan yang terpaksa ditunda tanpa batas waktu yang ditentukan.

> “Imbas dari kebijakan ini, sebanyak 1.070 calon penumpang terdampak. Rincian penerbangan yang batal meliputi tiga rute tujuan Sorong, satu menuju Ambon, dua menuju Ternate, serta satu rute domestik ke Mamuju,” terang Ruly dalam siaran resminya di Makassar, Selasa (13/10/2026).

Baca Juga : Kualitas Udara di Sulsel Memburuk, WALHI Desak Prabowo Subianto Hentikan Karhutla di Kalimantan

>

Ruly menegaskan, gangguan jadwal penerbangan ini murni disebabkan oleh jarak pandang yang memburuk akibat paparan asap karhutla. Untuk meminimalkan kerugian pengguna jasa, otoritas bandara bekerja sama dengan maskapai dalam memberikan kompensasi dan layanan pemulihan penumpangnya.

Upaya mitigasi yang disiapkan antara lain pengembalian Dana (Refund). Fasilitas ganti rugi penuh biaya tiket bagi penumpang yang membatalkan perjalanan. Kemudian penjadwalan Ulang (Reschedule) sebagai opsi waktu keberangkatan baru dan penyediaan ruang tunggu dan area istirahat yang nyaman di Terminal Bandara bagi penumpang yang tertahan.

Baca Juga : Waspada Kabut Asap di Parepare, Pemkot Bagikan Masker Edukasi Warga Lindungi Kesehatan

Guna mengantisipasi dinamika cuaca ke depan, pihak pengelola bandara mengencangkan koordinasi bersama AirNav Indonesia serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau pergerakan kabut asap secara real-time.

Di akhir keterangannya, pihak pengelola mengimbau seluruh pengguna jasa penerbangan agar rajin memeriksa status penerbangan terkini melalui saluran komunikasi resmi maskapai sebelum berangkat menuju bandara.

Penulis : Wahyuddin
Komentar