Jumat, 21 Juni 2024 13:29

KPU Makassar Berambisi Tingkatkan Partisipasi Pemilih di Pilkada Jadi 65 Persen

KPU Makassar Berambisi Tingkatkan Partisipasi Pemilih di Pilkada Jadi 65 Persen

ABATANEWS, MAKASSAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar berambisi meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 dengan menargetkan angka 65 persen. Target ini lebih tinggi dibandingkan dengan partisipasi pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar tahun 2020 yang hanya mencapai 59,6 persen.

Langkah strategis ini disampaikan oleh Anggota KPU Makassar, Abdi Goncing, dalam kegiatan sosialisasi bertajuk “Café Demokrasi” yang diadakan pada Jumat (21/6/2024) pagi di Warkop Dg Anas, Jalan RSI Faisal Makassar.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemateri, seperti Tenaga Ahli KPU RI Erik Kurniawan, Anggota KPU Sulsel Husain, dan anggota Bawaslu Makassar Rahmat Sukarno, dengan tema diskusi “Bincang Partisipasi Bersama KPU RI”.

Baca Juga : KPU Makassar Lakukan Coklit Data, Danny Pomanto Minta Masyarakat Jangan Golput

Abdi Goncing menekankan pentingnya peningkatan partisipasi pemilih, seraya mengakui berbagai tantangan yang dihadapi, termasuk praktik politik uang dan rendahnya pendidikan politik di kalangan masyarakat.

“Masifnya politik uang di kalangan masyarakat menjadi tantangan yang harus dihadapi,” ungkapnya.

Rendahnya pemahaman tentang pentingnya menggunakan hak pilih dan ketidaknetralan Aparatur Sipil Negara (ASN) juga memperkeruh proses demokrasi.

Baca Juga : KPU Makassar Jamin Tak Ada Kecurangan dalam Proses Rekapitulasi Suara

Diskusi ini diharapkan menjadi ajang bagi KPU Makassar untuk mengajak semua elemen masyarakat berpartisipasi aktif dalam mengedukasi pemilih.

“Kami berharap diskusi ini terus berlanjut. Program ini selain menyapa pemilih, juga menampung saran dan masukan dari masyarakat,” tambah Abdi.

Dalam diskusi tersebut, peserta Muhammad Taufik memberikan kritik terhadap kinerja KPU Makassar, terutama terkait tugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS). Dia mencontohkan masalah yang terjadi pada Pemilu 2024, di mana undangan mencoblos baru diterima di hari pencoblosan dan pemilih lansia harus menunggu berjam-jam.

Baca Juga : Anggota DPRD Makassar Ingatkan KPU Tak Main Mata dalam Proses Rekapitulasi Suara di Tingkat Kecamatan

“Faktor-faktor ini menyebabkan partisipasi pemilih berkurang,” tegas Taufik, seraya berharap kejadian serupa tidak terulang di Pilkada Serentak 2024.

KPU Makassar terus berupaya mendorong kesadaran warga untuk menggunakan hak pilih mereka demi terciptanya proses demokrasi yang lebih sehat dan berintegritas.

Sosialisasi dan diskusi semacam ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam menghadapi tantangan dan meningkatkan partisipasi pemilih di Pilkada 2024.

Penulis : Azwar
Komentar