ABATANEWS, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin resmi memasuki babak baru kepemimpinan setelah Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. kembali dilantik sebagai Rektor Unhas untuk periode kedua masa bakti 2026–2030, Senin (27/4/2026).
Pelantikan ini menandai kelanjutan arah transformasi Unhas sebagai perguruan tinggi unggul yang berdaya saing global, berakar kuat pada nilai kebangsaan dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Prof. JJ sapaan akrabnya menegaskan bahwa amanah memimpin Unhas bukanlah perjalanan seorang diri. Melainkan ikhtiar kolektif seluruh sivitas akademika dalam mewujudkan mandat konstitusi mencerdaskan kehidupan bangsa.
Baca Juga : Prof Jamaluddin Jompa Kembali Dilantik Sebagai Rektor Unhas Periode 2026-2030
“Tugas sebagai Rektor layaknya nakhoda kapal besar yang mengarungi lautan luas dengan tantangan yang tidak selalu mudah,” ujar Prof JJ.
Namun, sebagai putra Bugis-Makassar yang memiliki jiwa pelaut, dirinya menyatakan siap menghadapi setiap gelombang perubahan demi membawa Unhas terus melaju.
Prof. JJ mengulas perjalanan kepemimpinannya sejak 2022 yang dimulai pada masa penghujung pandemi Covid-19. Saat itu, Unhas menghadapi fase adaptasi besar, mulai dari penyesuaian sistem kerja hingga pengembangan model pembelajaran yang relevan dengan tuntutan zaman.
Baca Juga : Unhas Siapkan 1.128 Pengawas UTBK SNBT 2026
“Keberhasilan melewati masa tersebut menjadi bukti ketangguhan sivitas akademika Unhas yang mampu berinovasi di tengah keterbatasan,” tegasnya.
Ia menekankan, capaian Unhas selama empat tahun terakhir bukan hasil kerja individu, melainkan buah kolaborasi seluruh elemen kampus.
Sinergi antarunit, dukungan organ universitas, pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta alumni menjadi fondasi utama berbagai prestasi institusi.
Baca Juga : Unhas Perketat Sistem Keamanan UTBK SNBT 2026
Di bidang akses pendidikan, Unhas menunjukkan komitmen kuat terhadap pendidikan inklusif. Sejak 2022 hingga 2026, lebih dari 39.900 mahasiswa telah menerima beasiswa.
Saat ini, 28 persen mahasiswa Unhas merupakan penerima bantuan pendidikan, melampaui standar minimal nasional sebesar 20 persen.
Pada sektor sumber daya manusia, tahun 2025 menjadi momentum penting dengan pengangkatan 730 Pegawai Tetap sebagai langkah strategis memperkuat stabilitas organisasi dan kepastian karier tenaga kependidikan.
Baca Juga : Diplomasi Pendidikan Unhas, Targetkan 1.000 Mahasiswa Tiongkok
Selain itu, sebanyak 393 pegawai juga memperoleh kepastian administratif dan legalitas status kepegawaian.
Memasuki periode kedua kepemimpinannya, Prof. JJ menyiapkan agenda besar untuk memperkuat reputasi global Unhas. Salah satunya melalui penguatan ekosistem riset berbasis kolaborasi.
Hingga kini, Unhas telah membentuk 315 Thematic Research Group (TRG) yang menghimpun 1.523 peneliti internal bersama 532 mitra internasional dari 77 negara.
Baca Juga : Lewat Workshop Kehumasan, Fakultas Kedokteran Unhas Siap Memasuki Era 5.0
“Unhas menargetkan pengiriman sekitar 500 dosen untuk studi lanjut ke luar negeri serta menghadirkan 200 visiting scholars kelas dunia. Mobilitas internasional mahasiswa juga akan diperluas melalui program Double Degree, Joint Degree, dan Credit Earning dengan perguruan tinggi ternama dunia,” papar Prof JJ.
Selain itu, Unhas menargetkan peningkatan jumlah mahasiswa asing hingga mencapai rasio 2 persen dari total mahasiswa domestik, sekaligus mengoptimalkan jejaring alumni di berbagai sektor strategis untuk memperkuat daya saing lulusan di pasar kerja global.
Menutup sambutannya, Prof. JJ mengajak seluruh keluarga besar Unhas untuk terus bergerak bersama membawa kampus merah menuju panggung dunia.
Baca Juga : Unhas Peroleh Kuota Terbesar Program Beasiswa Bank Indonesia 2026
“Dari Timur Indonesia, akan terbit matahari ilmu pengetahuan yang menerangi peradaban,” tegasnya.