ABATANEWS, MAKASSAR — Kelangkaan atau sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. Antrean panjang kendaraan terjadi di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), terutama di Kota Makassar, dalam beberapa hari terakhir.
Pada Minggu (13/9/2026), antrean di sejumlah SPBU Makassar mulai menunjukkan penurunan. Namun, warga masih harus mengantre cukup lama untuk mendapatkan BBM. PT Pertamina Patra Niaga menyebut kondisi antrean mulai melandai setelah berbagai langkah penambahan pasokan dilakukan.
Warga Rela Antre Sejak Subuh
Baca Juga : Nurdin Halid Minta Distribusi BBM Sulsel Dievaluasi: Rakyat Jangan Jadi Korban
Sulitnya mendapatkan BBM membuat sebagian warga Makassar rela datang ke SPBU sejak dini hari. Antrean bahkan sudah terlihat pada waktu subuh karena masyarakat khawatir tidak mendapatkan BBM untuk kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut terlihat antara lain di SPBU Jalan Perintis Kemerdekaan pada Minggu pagi. Warga harus menunggu dalam antrean panjang untuk mendapatkan BBM.
Persoalan antrean juga sebelumnya terjadi di sejumlah SPBU lainnya, bahkan menimbulkan kemacetan di beberapa ruas jalan.
Baca Juga : Sidak SPBU di Makassar, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Temukan 4 Nozzle Hanya Satu Operator
Pertamina Tambah Pasokan
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi telah melakukan penambahan pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pertamina mencatat peningkatan kebutuhan solar sekitar 10–15 persen sejak Juni hingga Agustus 2026. Peningkatan tersebut dikaitkan dengan aktivitas logistik yang meningkat, disparitas harga serta indikasi aktivitas pelangsiran. Kenaikan harga BBM nonsubsidi pada 1 September juga disebut memperlebar disparitas harga dan berdampak terhadap permintaan solar di sejumlah SPBU.
Baca Juga : Pertamina Klaim Stok BBM di Makassar dan Bone Aman, Tambah Pasokan Hingga 15 Persen
Di sisi lain, Pertamina sebelumnya menyatakan stok BBM secara umum masih aman dan mencukupi. Pertamina menilai salah satu faktor yang memperpanjang antrean adalah peningkatan permintaan secara bersamaan atau panic buying.
Namun, kondisi di lapangan membuat persoalan ini mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.
Pemprov Sulsel Berlakukan Ganjil-Genap
Baca Juga : Pemerintah Pastikan Tak Ada Kenaikan BBM 1 April 2026
Untuk mengurai antrean, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai memberlakukan sistem ganjil-genap berdasarkan nomor polisi kendaraan untuk pembelian BBM bersubsidi di SPBU wilayah Sulsel.
Kebijakan tersebut berlaku mulai 13 hingga 20 September 2026 dan ditujukan untuk mengurangi kepadatan antrean kendaraan di SPBU.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman juga menyatakan akan meminta pemerintah pusat menambah kuota BBM untuk Sulsel karena tingginya permintaan dan masih adanya antrean di sejumlah SPBU.
Baca Juga : Harga BBM Berpotensi Naik Awal April, Ini Bocoran Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Polisi Selidiki Dugaan Penyalahgunaan
Persoalan distribusi BBM juga menjadi perhatian Polda Sulsel. Kepolisian tengah mendalami dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi, termasuk kemungkinan adanya praktik penimbunan atau mafia BBM.
Polda Sulsel menyatakan penyelidikan masih berlangsung dan hasilnya akan disampaikan setelah proses pendalaman selesai.
Baca Juga : Momen Arus Balik Lebaran, Intip Harga BBM 23 Maret 2026 Untuk Wilayah Sulawesi
Sebelumnya, Pertamina juga telah memblokir 6.023 nomor polisi kendaraan di wilayah Sulawesi yang terindikasi melakukan penyelewengan BBM bersubsidi.
Antrean Mulai Melandai
Meski antrean mulai berkurang pada Minggu, situasi belum sepenuhnya kembali normal. Pemerintah daerah, Pertamina, dan aparat penegak hukum masih melakukan berbagai langkah untuk memastikan pasokan BBM kembali lancar.
Baca Juga : Prabowo Dorong Penghematan Konsumsi BBM Dalam Negeri
Persoalan ini menjadi perhatian masyarakat karena BBM berkaitan langsung dengan mobilitas warga, distribusi barang, transportasi umum, hingga aktivitas ekonomi.