Rabu, 24 April 2024

Kasus Demam Berdarah Meningkat, Pemkab Maros Imbau Warga untuk Waspada

ilustrasi penyemprotan nyamuk (Foto: IST)
ilustrasi penyemprotan nyamuk (Foto: IST)

ABATANEWS, MAROS – Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Maros, mengalami peningkatan tahun ini jika dibanding tahun lalu.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, dr Muhammad Yunus saaat dikonfirmasi kemarin.

Dia menjelaskan kalau triwulan pertama tahun ini, sudah ada sekitar 105 warga yang terjangkit DBD.

Baca Juga : 396 Guru PPPK Paruh Waktu di Maros Berpeluang Jadi Penuh Waktu Tanpa Seleksi

“Pada triwulan pertama tahun ini ada 105 kasus, sementara pada triwulan pertama tahun sebelumnya hanya 70 kasus,”sebutnya.

Penyebab tingginya kasus DBD di Kabupaten Maros ditriwulan pertama tahun ini ditengarai karena musim hujan yang lebih lama dibandingkan sebelumnya.

“Karena kalau musim hujan, nyamuk Aedes Aegypti itu lebih mudah berkembang biak, karena banyak genangan air,”jelasnya.

Baca Juga : Bupati Maros Bawa Keluarga Vallen ke DPR, Minta Negara Kawal Kasus di Armenia Agustus 20, 2026

Meski demikian, kata dia, tingkat kematian akibat DBD justru menurun.

“Kita bersyukur bahwa tidak ada kematian, dibandingkan tahun sebelumnya ada empat orang,”kata mantan Kapus Bantimurung ini.

Dia mengurai beberapa gejala yang timbul saat terjangkit DBD.

Baca Juga : 204 Warga Binaan di Maros Dapat Remisi HUT RI, 2 Orang Langsung Bebas

“Gejala DBD, paling khas itu demam tinggi, menggigil, ada bintik merah di kulit, kalau ada gejala ini langsung segera periksakan diri ke puskesmas,”ungkapnya.

Olehnya itu dia menghimbau kepada masyarakat untuk bisa mencegah penyebaran DBD.

“Pencegahannya yakni kebersihan lingkungan, jangan menggantung pakaian basah di dalam rumah untuk temoat tinggal nyamuk Aedes aegypti,” ujarnya.

Penulis : Wahyuddin
Komentar