Rabu, 24 April 2024

Kasus Demam Berdarah Meningkat, Pemkab Maros Imbau Warga untuk Waspada

ilustrasi penyemprotan nyamuk (Foto: IST)
ilustrasi penyemprotan nyamuk (Foto: IST)

ABATANEWS, MAROS – Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Maros, mengalami peningkatan tahun ini jika dibanding tahun lalu.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, dr Muhammad Yunus saaat dikonfirmasi kemarin.

Dia menjelaskan kalau triwulan pertama tahun ini, sudah ada sekitar 105 warga yang terjangkit DBD.

Baca Juga : Asa Tiga Besar: Kabupaten Maros Lepas 352 Atlet Menuju arena Porprov Sulsel XVIII 2026

“Pada triwulan pertama tahun ini ada 105 kasus, sementara pada triwulan pertama tahun sebelumnya hanya 70 kasus,”sebutnya.

Penyebab tingginya kasus DBD di Kabupaten Maros ditriwulan pertama tahun ini ditengarai karena musim hujan yang lebih lama dibandingkan sebelumnya.

“Karena kalau musim hujan, nyamuk Aedes Aegypti itu lebih mudah berkembang biak, karena banyak genangan air,”jelasnya.

Baca Juga : Chaidir Syam Buka Maros Creative Festival 2026, Dorong Kreativitas Anak Muda dan UMKM

Meski demikian, kata dia, tingkat kematian akibat DBD justru menurun.

“Kita bersyukur bahwa tidak ada kematian, dibandingkan tahun sebelumnya ada empat orang,”kata mantan Kapus Bantimurung ini.

Dia mengurai beberapa gejala yang timbul saat terjangkit DBD.

Baca Juga : Wabup Maros Tekankan Penyertaan Modal PDAM Harus Berdampak pada Pelayanan

“Gejala DBD, paling khas itu demam tinggi, menggigil, ada bintik merah di kulit, kalau ada gejala ini langsung segera periksakan diri ke puskesmas,”ungkapnya.

Olehnya itu dia menghimbau kepada masyarakat untuk bisa mencegah penyebaran DBD.

“Pencegahannya yakni kebersihan lingkungan, jangan menggantung pakaian basah di dalam rumah untuk temoat tinggal nyamuk Aedes aegypti,” ujarnya.

Penulis : Wahyuddin
Komentar