ABATANEWS.COM – Video jamaah haji Indonesia asal Kota Bogor mnegeluhkan tentang kondisi tenda di Mina viral di media sosial. Pasalnya, para jamaah terpaksa tidur berdesak-desakkan hingga ada yang tidur di lorong Maktab Mina karena tidak mendapat tempat di dalam tenda.
Hal itu terlihat dalam video yang dibagikan oleh akun Instagram @bogor.terkini. Dalam video tersebut, seorang jemaah asal Kota Bogor bernama Asep melayangkan protes dengan nada marah ke petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH).
“Anda itu ditugaskan untuk memfasilitasi kami. Selesaikan, bantu kami, kami hanya kesulitan,” ujar Asep.
Baca Juga : Gedung Bertingkat Ambruk di Nairobi Kenya, 7 Pekerja Diduga Terjebak di Reruntuhan
Diketahui, Asep bersama 160 jamaah haji lainnya tergabung dalam KBIHU YPHB ke tanah suci dengan kloter 49 Jks berada di Maktab 44. Tenda berukuran kurang lebih 10×12 meter itu membuat 160 orang jamaah haji terpaksa tidur berhimpit-himpitan.
Bahkan, beberapa jamaah harus tidur dengan posisi duduk karena tidak ada ruang lagi untuk berbaring. Selain itu, sejumlah jamaah laki-laki terpaksa tidur di luar tenda alias di lorong Maktab yang dilewati oleh banyak orang.
Video tersebut pun dengan cepat beredar luas di media sosial dan menimbulkan beragam komentar dari netizen. Tak sedikit netizen ikut geram dengan fasilitas yang didapatkan oleh para jamaah haji.
Baca Juga : WNA Tiongkok Ditangkap Imigrasi Makassar Usai Viral Tembak dan Konsumsi Penyu di Raja Ampat
“Ongkos haji terus-terusan naik, naiknya gak sedikit-sedikit tapi langsung melesat tapi fasilitas???,” tulis akun @mom***.
“Sudah bayar mahal tapi fasilitas tenda nya begitu banget, beda fasilitas korea yang ada es krim,” tulis akun @dih***.
“Tiap tahun gak ada perubahan,” tulis akun @fan***.
Baca Juga : Dua Remaja di Takalar Lakukan Pernikahan di Bawah Umur, Ini Kata KUA
“Ya Allah ada bapak saya disana, mana orang tua. Lihat kondisi seperti ini jadi pengen nangis, terus pulangnya juga lama katanya tanggal 6 juli,” tulis akun @cng***.
“Astaghfirullah… tahun lalu kami jamaah Depok juga seperti itu, bahkan sampe pindah-pindah tenda karena kurangnya koordinasi,” tulis akun @afi***.
“Saya malahan pergi tidur di tenda orang Bandung sama Jawa Timur, padahal saya kloter Papua waktu itu,” tulis akun @mna***.
Baca Juga : Pramono Anung Murka, Minta Kasus Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Diproses Hukum
“Berhaji itu ibadah hati. Apapun kondisi disana seharusnya sudah disiapkan hati yang lapang dan ikhlas menerima,” tulis akun @eva***.