ABATANEWS, PAREPARE – Persebaya Surabaya harus merelakan poin penuh setelah dipaksa menyerah 0-1 oleh PSM Makassar pada laga pekan keenam Super League 2026-2027.
Bertanding di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Kamis (22/10/2026), nasib naas Bajul Ijo ditentukan oleh gol bunuh diri Yuran Fernandes pada menit ke-74.
Walau menelan kekalahan, juru taktik Persebaya, Bernardo Tavares, menegaskan bahwa performa anak asuhnya sejatinya lebih dominan dibandingkan tuan rumah.
Baca Juga : Komentar Ardiansyah Usai Tampil Perkasa, Tepis Dua Penalti dan Antar PSM Bungkam Persebaya
Hal itu didasari oleh banyaknya ancaman serta peluang emas yang berhasil dibukukan oleh skuadnya sepanjang laga.
Sebaliknya, PSM Makassar dinilai cukup kesulitan dalam membongkar pertahanan lawan. Satu-satunya gol yang memenangkan tim tuan rumah pun berawal dari kekeliruan Yuran Fernandes saat mencoba mengantisipasi umpan lawan.
“Saya menilai performa kita unggul atas tim lawan. Kita mampu menciptakan lebih banyak peluang dan mengancam lini pertahanan mereka, mulai dari sundulan Jurgen hingga tembakan Tony. Lawan tidak benar-benar mengancam untuk menang, justru kesalahan dari pemain kita sendiri yang menghasilkan gol bagi mereka,” tutur Tavares usai pertandingan.
Baca Juga : Drama Penalti Ulang dan Kartu Merah Warnai Kemenangan PSM atas Persebaya
Catatan statistik pertandingan memang menunjukkan keunggulan tim tamu. Persebaya memegang kendali aliran bola hingga 55 persen, berbanding 45 persen milik PSM.
Dalam hal efektivitas serangan, skuad besutan Tavares melepaskan delapan kali tembakan dengan tiga di antaranya tepat sasaran. Sementara itu, PSM hanya mengumpulkan total lima tembakan dan dua yang mengarah ke gawang.
“Pada paruh kedua, kami menciptakan lebih banyak ancaman. Tim lawan tidak benar-benar mencetak gol dari skema mereka, mereka beruntung mendapatkan gol dari antisipasi keliru Yuran,” terang pelatih berkebangsaan Portugal tersebut.
Baca Juga : Tantang PSM Makassar di Parepare, Krisis Kebugaran Jadi Kendala Persebaya Surabaya
Tavares menambahkan, Persebaya sebenarnya memperoleh momentum emas untuk mengamankan poin melalui titik putih. Namun, tembakan penalti yang dieksekusi Alex Martins berhasil dibendung oleh penjaga gawang PSM, Muhammad Ardiansyah.
Meski wasit memutuskan untuk mengulang eksekusi penalti lantaran Ardiansyah dinilai bergerak lebih awal, kiper PSM tersebut kembali tampil gemilang dengan menepis sepakan kedua Alex.
“Kami mendapatkan kesempatan emas lewat penalti, tetapi gagal dimaksimalkan. Terkadang ada hari-hari seperti ini di mana keberuntungan lebih berpihak pada PSM Makassar. Fokus kami sekarang adalah memulihkan kondisi pemain dan bersiap menatap laga berikutnya. Selamat untuk kemenangan PSM,” tutup Tavares.