ABATANEWS, MAROS — Hingga Mei 2026, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Maros sudah mencapai 40 persen atau sekitar Rp140 miliar dari target.
Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Maros, M Ferdiansyah, usai mengikuti rapat evaluasi PAD di Ruang Rapat Marusu, Kantor Bupati Maros, Senin, 15 Juni 2026.
Dia mengatakan hingga bulan Mei, realisasi PAD sudah mencapai sekitar Rp140 miliar dari target Rp347 miliar.
Baca Juga : Bupati dan Wakil Bupati Maros Jemput Jemaah Haji Kloter 14 di Tengah Guyuran Hujan
“Semoga bulan depan sudah mencapai 50 persen,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, menilai capaian tersebut sudah berada pada jalur yang tepat atau on the track.
“Ini kan baru Mei. Mudah-mudahan ke depan sudah bisa mencapai 50 persen,” sebutnya.
Baca Juga : 111 Warga Maros Pilih Mundur dari PKH, Tak Lagi Bergantung Bansos
Target pemerintah daerah kata dia, realisasi PAD pada semester pertama tahun 2026 dapat mencapai minimal 50 persen.
Meski demikian, hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang perlu meningkatkan kinerjanya dalam mengumpulkan pendapatan daerah.
“Terutama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan,” kata mantan Kadis PUTRPP Maros ini.
Baca Juga : Bupati Chaidir Syam Tunjuk Nuryadi Isi Jabatan Plt Kadis Perikanan Maros
Untuk Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, target PAD tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp650 juta.
Namun hingga saat ini realisasinya baru mencapai Rp167 juta atau sekitar 25,80 persen.
Dengan demikian, OPD tersebut masih harus mengejar sekitar Rp482 juta untuk memenuhi target.
Baca Juga : Pemkab Maros Ubah Pola Kerja dan Mobilitas ASN, Hemat Rp2,2 Miliar
Dia menjelaskan, sektor pertanian masih memiliki potensi yang dapat dimaksimalkan untuk mendongkrak PAD.