ABATANEWS, MAROS – Bupati Maros, Chaidir Syam, melakukan kunjungan kerja ke Kementerian PPN/Bappenas pada Jumat (8/5/2026) guna membahas dukungan pemerintah pusat terhadap proses revalidasi Geopark Maros Pangkep sebagai UNESCO Global Geopark tahun 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Chaidir Syam didampingi General Manager Geopark Maros Pangkep, Dedy Irfan, dan diterima langsung oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy.
Pertemuan itu membahas sejumlah langkah strategis untuk memperkuat kesiapan Geopark Maros Pangkep menghadapi proses revalidasi UNESCO.
Baca Juga : Terima Tim Asesor UNESCO, Gubernur Sulsel Dorong Destinasi Maros Pangkep Makin Mendunia*
Pemerintah Kabupaten Maros menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengelolaan kawasan geopark melalui pengembangan konservasi, edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan sektor pariwisata berkelanjutan.
“Geopark Maros Pangkep adalah kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan dan Indonesia. Kami berharap sinergi bersama Bappenas dapat semakin memperkuat upaya revalidasi UNESCO tahun 2026,” ujar Chaidir Syam.
Menurutnya, keberadaan Geopark Maros Pangkep tidak hanya menjadi aset daerah, tetapi juga memiliki nilai strategis bagi Indonesia di tingkat internasional sehingga membutuhkan dukungan lintas kementerian dan pemerintah pusat.
Baca Juga : Program SIPAKATAU Antar Bupati Maros Raih Anugerah Daerah Terbaik di Cita Loka Fest 2026
Sementara itu, Rachmat Pambudy menyambut baik langkah Pemerintah Kabupaten Maros dalam memperkuat pengelolaan geopark berbasis pembangunan berkelanjutan.
Ia menilai pengembangan geopark memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.
“Pengelolaan geopark yang berkelanjutan sangat penting karena tidak hanya menjaga warisan geologi dan lingkungan, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” kata Rachmat Pambudy.
Baca Juga : Ekonomi Maros Tumbuh 9,54 Persen, Tertinggi Ketiga di Sulsel Jelang Harlah ke-67
Geopark Maros Pangkep dikenal sebagai salah satu kawasan karst terbesar di dunia yang memiliki kekayaan geologi, biodiversitas, dan budaya bernilai internasional.
Kunjungan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat guna mendukung suksesnya proses revalidasi UNESCO Global Geopark Maros Pangkep pada 2026.