ABATANEWS, MAROS – Bupati Kabupaten Maros AS Chaidir Syam menerima Anugerah Panrita Sastra Nusantara 2025 dari Komunitas Literasi Sulawesi Selatan (KLSS). Penghargaan diserahkan di Aula H.M. Jusuf Kalla Dinas Pendidikan Sulsel, Sabtu (20/12/2025) malam.
Ketua KLSS Dra. Hj. Sitti Dahlia Azis menjelaskan alasan pemberian penghargaan. “Pak Chaidir Syam berhasil menumbuhkan ekosistem masyarakat yang mencintai literasi dengan mengangkat budaya lokal,” ujarnya.
Acara menghadirkan pembicara utama Bachtiar Adnan Kusuma dengan tema “Jangan Mati Sebelum Menulis Karya”. Tokoh literasi ini menegaskan pentingnya warisan intelektual melalui tulisan.
Baca Juga : 396 Guru PPPK Paruh Waktu di Maros Berpeluang Jadi Penuh Waktu Tanpa Seleksi
“Buku adalah cara kita meneruskan peradaban para ulama dan intelektual seperti Ibnu Sina, Buya Hamka, dan K.H. Abdurrahman Ambo Dalle,” papar Bachtiar.
Kadis Pendidikan Provinsi Sulsel Iqbal Andi Nadjamuddin diwakili Sekretaris Dinas Pendidikan Mustakim menyampaikan apresiasi. “Anugerah ini meletakkan sastra sebagai sumber ilmu dan kebijaksanaan yang membimbing manusia menuju kehidupan lebih baik,” ujarnya.
Acara juga menyerahkan penghargaan kepada penulis berprestasi:
Baca Juga : Bupati Maros Bawa Keluarga Vallen ke DPR, Minta Negara Kawal Kasus di Armenia Agustus 20, 2026
Juara 1: Drs. Hasanuddin S.M.Pd. (Kabupaten Jeneponto)
Juara 2: Alimuddin S.Pd. (SMA Negeri 8 Pinrang)
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas komitmen Bupati Chaidir Syam dalam membangun budaya literasi di Maros, sekaligus inspirasi bagi daerah lain di Sulawesi Selatan untuk memperkuat gerakan literasi berbasis kearifan lokal.