ABATANEWS, MAKASSAR – Wali Kota Makassar didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar meninjau langsung lokasi kebakaran di Jalan Sultan Abdullah II, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Jumat (1/5/2026).
Kunjungan ini untuk memastikan penanganan darurat dan penyaluran bantuan kepada warga terdampak berjalan sesuai hasil asesmen di lapangan.
Kebakaran yang terjadi pada dini hari tersebut diduga dipicu korsleting listrik. Api dengan cepat merambat karena sebagian besar bangunan merupakan rumah semi permanen yang berdempetan.
Baca Juga : Wakil Wali Kota Makassar Sambut Kunjungan Kerja Komite III DPD RI, Bahas RUU Guru dan Dosen
Berdasarkan hasil kaji cepat sementara Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Makassar, sebanyak 56 unit bangunan terdampak, terdiri atas 26 unit mengalami rusak berat, dua unit rusak sedang, dan dua unit rusak ringan.
Sementara itu, jumlah warga terdampak mencapai 105 kepala keluarga (KK) atau 310 jiwa. Satu orang dilaporkan mengalami luka ringan, sedangkan tidak terdapat korban meninggal dunia.
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota Makassar menegaskan bahwa seluruh bantuan kedaruratan pemerintah akan disalurkan berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan BPBD bersama instansi terkait agar tepat sasaran.
Baca Juga : Buka Asesmen 464 Kepala Sekolah, Appi Soroti Pentingnya Karakter dan Budaya Lokal
“Pemerintah memastikan seluruh warga terdampak memperoleh bantuan. Penyalurannya dilakukan berdasarkan hasil asesmen sehingga sesuai dengan kebutuhan dan tingkat dampak yang dialami masing-masing keluarga,” kata Wali Kota Makassar.
Kepala BPBD Kota Makassar mengatakan asesmen cepat menjadi dasar dalam menentukan jenis dan jumlah bantuan yang diberikan kepada masyarakat, sekaligus sebagai acuan penanganan pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
“Pendataan dilakukan secara menyeluruh oleh tim di lapangan agar bantuan yang disalurkan benar-benar proporsional, akuntabel, dan sesuai kondisi riil warga terdampak. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh perangkat daerah dan mitra kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga : Wali Kota Munafri Dorong APPI Ambil Peran Strategis Atasi Persoalan Sosial di Makassar
Kebutuhan mendesak yang telah diidentifikasi antara lain terpal, tenda pengungsian, selimut, pakaian, family kit, baby kit, first aid kit, serta perlengkapan kebutuhan dasar lainnya.
Proses penanganan darurat melibatkan BPBD Kota Makassar, Dinas Pemadam kebakaran Kota Makassar, TNI, Polri, PMI, Dinas Sosial, Dompet Dhuafa, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta unsur relawan. Sebanyak 50 unit armada pemadam kebakaran dikerahkan hingga api berhasil dipadamkan.
BPBD Kota Makassar juga membuka posko sementara di wilayah terdampak untuk melayani kebutuhan masyarakat, melanjutkan pendataan, serta menyiapkan langkah rehabilitasi, rekonstruksi, dan layanan dukungan psikososial bagi penyintas.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Pimpin Bersih-Bersih Kanal, Tekankan Kebersihan Harus Jadi Kebiasaan
Pemerintah Kota Makassar mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya dengan memastikan instalasi listrik rumah dalam kondisi aman dan memenuhi standar keselamatan guna mencegah kejadian serupa.