Kamis, 06 Agustus 2026

BM PAN se-Sulsel Kecam Pemotongan Video Zulkifli Hasan, Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi

Dokumentasi Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia sekaligus Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Makassar beberapa waktu lalu. (Foto: Abatanews.com)
Dokumentasi Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia sekaligus Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Makassar beberapa waktu lalu. (Foto: Abatanews.com)

ABATANEWS, MAKASSAR – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) se-Sulawesi Selatan menyatakan keprihatinan sekaligus mengecam keras penyebaran potongan video klip yang melibatkan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas).

Potongan video tersebut memperlihatkan Zulhas mengeluarkan menyatakan “Kalau menanam padi tidak menguntungkan, yah tanam sawit”. Video tersabit beredar luas di media sosial hingga menimbulkan berdebat.

Sebelum pernyataan tersebut disampaikan, Zulhas mengawali pidatonya terkait swasembada pangan. Menurutnya, selama 29 tahun Indonesia memasuki era reformasi, swasembada pangan dinilai tidak penting.

Baca Juga : Menko Zulhas Tegaskan Kopdes Merah Putih Bukan Supermarket

Yang penting kata dia Indonesia punya uang dan beras bisa beli. “Jadi kalau nanam padi tidak menguntungkan yah nanam sawit. Sawit lebih untung yah nanam sawit. Nanti punya uang kita bisa beli beras, itu prinsip-prinsip pasar bebas,” papar Zulhas dalam video yang viral.

Padahal, maksud dari pernyataan Zulhas yakni dengan swasembada pangan Indonesia tidak perlu lagi mengimpor beras. Zulhan mengungkapkan pada tahun 2024 saja pemerintah harus mengimpor beras sebanyak 4,5 juta ton demi memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Perwakilan Badan Koordinasi BM PAN, Chaerul Syahab, menegaskan bahwa manipulasi konten digital semacam itu berpotensi merusak kondusivitas publik.

Baca Juga : Kongres VII BM PAN di Banten Belum Menghasilkan Keputusan, DPD BM PAN Luwu Bersuara

Ia menduga, video tersebut telah diedit dan disebarluaskan di luar konteks aslinya sehingga memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Penyebaran konten yang dimanipulasi atau dilepaskan dari konteksnya dapat menyesatkan opini publik, memecah belah masyarakat, serta mencederai etika dalam bermedia sosial,” ujar Chaerul, Rabu (6/8/2026).

Menanggapi polemik tersebut, BM PAN Sulawesi Selatan mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh kader, simpatisan, dan masyarakat luas.

Baca Juga : Jelang Kongres BM PAN, Dukungan dari DPD Terus Mengalir untuk Mitra Fakhruddin MB

– Bersikap Kritis: Tidak mudah percaya pada potongan video yang belum jelas keutuhan maupun konteks aslinya.

– Utamakan Tabayun: Selalu memverifikasi kebenaran informasi sebelum membagikannya ke publik.

– Bijak Bermedia Sosial: Menggunakan platform digital secara bertanggung jawab serta mengedepankan etika dan hukum yang berlaku.

Baca Juga : Panen Raya di Maros, Menko Pangan Zulkifli Hasan Dorong Percepatan Swasembada Pangan

Selain menyampaikan imbauan, BM PAN juga mengupayakan langkah hukum. Pihaknya mendorong aparat penegak hukum untuk menelusuri dugaan pelanggaran hukum terkait pembuatan dan penyebaran konten menyesatkan tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

BM PAN se-Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk tetap solid berada di belakang kepemimpinan Zulkifli Hasan. Seluruh kader diminta untuk menjaga persatuan, memperkuat semangat perjuangan partai, dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Komentar