Kamis, 12 Juni 2025

Arab Saudi Berencana Pangkas Kuota Haji Indonesia Hingga 50 Persen, Ini Alasannya

Ilustrasi Jemaah Haji. (foto: Reuters)
Ilustrasi Jemaah Haji. (foto: Reuters)

ABATANEWS, JAKARTA – Pemerintah Arab Saudi berencana memangkas kuota haji Indonesia sebanyak 50 persen. Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan sejumlah kejadian yang terjadi pada musim haji 2025.

Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan, pihak Arab Saudi melalui Deputi Kerja Sama Lembaga dan Luar Negeri menilai penyelenggaraan haji Indonesia tahun ini agak buruk. Terutama, terutama terkait pengelolaan haji tahun ini.

“Itu yang bikin kami agak kaget. Wacana pemotongan ini muncul karena mereka melihat ada kesemrawutan dalam pengelolaan haji tahun ini,” katanya saat konferensi pers di kantor BP Haji, Jl. Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (11/6/2025).

Baca Juga : Sambut Kloter 21, Gubernur Sulsel Ingatkan Predikat Haji Mabrur

Salah satu masalah yang disinyalir menjadi wacana Arab Saudi ingin memangkas kuota jemaah haji hingga setengah adalah data kesehatan jemaah haji Indonesia yang dinilai tidak transparan. Mereka marah karena Indonesia memberangkatkan jemaah haji yang dinilai tidak transparan.

Mereka marah karena Indonesia memberangkatkan jemaah haji yang tidak sehat. “Mereka protes ke kami pada saat itu kepada Pak Kepala ‘kenapa anda kirim jemaah haji yang sudah mau meninggal dan itu menjadi masalah buat kami di dalam negeri’. Kementerian Haji menyampaikan hal tersebut,” tutur Dahnil.

“Kenapa? Karena banyak yang sebenarnya secara istitha’ah, istitha’ah itu kemampuan secara kesehatan itu tidak layak dan ini harus menjadi evaluasi serius kami ke depan,” lanjutnya.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Jemput Jemaah Haji Kloter 17 Debarkasi Makassar

Kemudian masalah lainnya yang terjadi di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Seperti transportasi, konsumsi, hingga akomodasi.

“Dan pemerintah Saudi Arabia mengklarifikasi tidak ada pernyataan dari kerajaan Saudi Arabia kepada pihak Kementerian Agama bahwasannya mereka minta maaf,” ujarnya.

Karena ada berita berseliweran yang teman-teman tulis, itu saya tidak tahu, pernyataan Pak Menteri Agama menyatakan bahwasannya pemerintah Saudi Arabia meminta maaf terkait kekacauan penyelenggaraan haji,” pungkasnya.

Baca Juga : Diterima Menhaj Mochamad, Jemaah Haji Kloter 17 UPG Tiba di Makassar

Meski belum menjadi keputusan final, Dahnil menyebut wacana pemangkasan kuota ini cukup serius karena sudah mulai dibahas di level internal Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Langkah tersebut, kata dia, dimaksudkan agar kekacauan serupa tidak terjadi di tahun-tahun berikutnya.

Penulis : Wahyuddin
Komentar