ABATANEWS, MAKASSAR — Alumni Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Ujung Pandang angkatan tahun 1988 hingga 1991 menggelar temu kangen di Anjungan Pantai Losari, Sabtu, 20 September 2025.
Acara bertajuk Fantastic Four ini dihadiri sekitar 200 orang dari berbagai daerah, termasuk Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Papua, Papua Barat, dan DKI Jakarta.
Ketua Panitia, Ahmad Ilham, menjelaskan, kegiatan temu kangen ini dikemas dalam berbagai agenda unik. Malam sebelumnya, digelar Fantastic FGD (Forum Group Discussion) di atas kapal phinisi yang menghadirkan Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, sebagai pembicara.
Baca Juga : Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Sosial dan Rehabilitasi Rumah Korban Kebakaran Jalan Sultan Alauddin III
Pada hari utama, rangkaian kegiatan meliputi Fantastic Brotherhood, Fantastic Brother Outbound, dan ditutup dengan Fantastic Night sebagai malam ramah tamah.
“Dinamakan Fantastic Four karena setiap angkatan memiliki keunikan tersendiri. Teman-teman alumni ini ada yang menduduki jabatan mulai level terendah sampai tertinggi, bahkan ada yang menjadi gubernur,” ujar Ahmad Ilham.
Lebih jauh, Ahmad Ilham menekankan bahwa kegiatan ini menjadi momentum memperkuat silaturahmi sekaligus memotivasi para alumni.
Baca Juga : RSUD Labuang Baji Gelar Screening Kanker Payudara Gratis, Ratusan Ibu Padati Instalasi Radiologi
“Semoga pertemuan ini bisa memacu semangat karier di pemerintahan maupun di luar, serta ke depan bisa melibatkan semua angkatan APDN, bukan hanya empat angkatan ini,” tambahnya.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, yang juga alumni APDN angkatan 1988, menyampaikan rasa syukur dapat kembali berkumpul bersama sahabat lama.
“Kita tentu juga mengucapkan terima kasih kepada alumni yang telah berkontribusi dan meluangkan waktunya untuk hadir di acara temu kangen alumni APDN ini,” ucap Jufri.
Baca Juga : Gubernur Sulsel Groundbreaking Pembangunan Irigasi Paket 1, Bisa Optimalkan Pengairan 1.200 Hektare Sawah
Ia menegaskan bahwa temu kangen ini bukan sekadar nostalgia, tetapi juga momentum berbagi gagasan untuk penguatan pemerintahan daerah. “Acara seperti ini memperlihatkan kekuatan jaringan alumni yang bisa memberi dampak positif bagi pelayanan publik,” ungkapnya.