ABATANEWS, MAROS – Sebanyak 500 orang warga Kabupaten Maros mengikuti gerakan makan telur di Lapangan Pallantikang, Senin, 22 April.
Bupati Maros, Chaidir Syam mengatakan makan telur ini merupakan upaya mensosialisasikan gerakan peduli stunting (Gadis)
“Ini salah satu intruksi dari Pj Gubernur untuk memperingati hari bumi,” katanya.
Baca Juga : 396 Guru PPPK Paruh Waktu di Maros Berpeluang Jadi Penuh Waktu Tanpa Seleksi
Mantan Ketua DPRD ini menyebut peserta yang ikut makan telur merupakan penerima PKH.
“Pesertanya seluruh penerima dari PKH kita, mulai dari anak hingga ibunya,” sebutnya.
Telur yang disiapkan sebanyak 700 butir.
Baca Juga : Bupati Maros Bawa Keluarga Vallen ke DPR, Minta Negara Kawal Kasus di Armenia Agustus 20, 2026
Chaidir menyebut ada berbagai upaya yang dilakukan untuk menurunkan angka stunting di Maros.
Salah satunya program orang tua asuh atau gempur stunting.
Bupati, Wakil Bupati hingga Sekda menjadi orang tua asuh bagi anak penderita stunting.
Baca Juga : 204 Warga Binaan di Maros Dapat Remisi HUT RI, 2 Orang Langsung Bebas
Mereka harus memenuhi kecukupan gizi anak selama tiga bulan penuh. Baik itu susu, telur, dan nutrisi lainnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Maros, Muhammad Yunus mengatakan angka stunting di Maros mengalami peningkatan.
Tahun ini mencapai 3.000. Tahun 2022 ada 3.700 dan 2023 ada 2.700
Baca Juga : HUT ke-81 RI, Bupati Maros Singgung Soal Angka Pengangguran dan Kemiskinan
Penyebabnya kata dia, Maros masih perlu meningkatkan pentingnya pencegahan stunting.
“Kita sukses dipenanganannya, karna tidak ada kematiaan karna stunting, tapi yang perlu kita tingkatkan adalah pencegahannya agar tidak ada kasus stunting baru,” ucapnya.
Ia mengatakan paling banyak yang menderita stunting adalah mereka yang melakukan pernikahan dini.
Baca Juga : 600 Pelari Ramaikan Camba Run 2026, Peserta Datang dari Papua hingga Kendari
“Organ rerproduksinya belum siap untuk melahirkan,” imbuhnya.