ABATANEWS, MAROS – Sebanyak 500 orang warga Kabupaten Maros mengikuti gerakan makan telur di Lapangan Pallantikang, Senin, 22 April.
Bupati Maros, Chaidir Syam mengatakan makan telur ini merupakan upaya mensosialisasikan gerakan peduli stunting (Gadis)
“Ini salah satu intruksi dari Pj Gubernur untuk memperingati hari bumi,” katanya.
Baca Juga : 111 Warga Maros Pilih Mundur dari PKH, Tak Lagi Bergantung Bansos
Mantan Ketua DPRD ini menyebut peserta yang ikut makan telur merupakan penerima PKH.
“Pesertanya seluruh penerima dari PKH kita, mulai dari anak hingga ibunya,” sebutnya.
Telur yang disiapkan sebanyak 700 butir.
Baca Juga : Bupati Chaidir Syam Tunjuk Nuryadi Isi Jabatan Plt Kadis Perikanan Maros
Chaidir menyebut ada berbagai upaya yang dilakukan untuk menurunkan angka stunting di Maros.
Salah satunya program orang tua asuh atau gempur stunting.
Bupati, Wakil Bupati hingga Sekda menjadi orang tua asuh bagi anak penderita stunting.
Baca Juga : Pemkab Maros Ubah Pola Kerja dan Mobilitas ASN, Hemat Rp2,2 Miliar
Mereka harus memenuhi kecukupan gizi anak selama tiga bulan penuh. Baik itu susu, telur, dan nutrisi lainnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Maros, Muhammad Yunus mengatakan angka stunting di Maros mengalami peningkatan.
Tahun ini mencapai 3.000. Tahun 2022 ada 3.700 dan 2023 ada 2.700
Baca Juga : Maros Juara Umum MTQ XXXIV, Makassar Posisi Kedua
Penyebabnya kata dia, Maros masih perlu meningkatkan pentingnya pencegahan stunting.
“Kita sukses dipenanganannya, karna tidak ada kematiaan karna stunting, tapi yang perlu kita tingkatkan adalah pencegahannya agar tidak ada kasus stunting baru,” ucapnya.
Ia mengatakan paling banyak yang menderita stunting adalah mereka yang melakukan pernikahan dini.
Baca Juga : Ribuan Warga Padati Final MTQ Sulsel Tingkat Nasional di Maros
“Organ rerproduksinya belum siap untuk melahirkan,” imbuhnya.