Jumat, 03 Juli 2026

36 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, SMP Negeri 9 Pangkalpinang Akhirnya Direvitalisasi

36 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, SMP Negeri 9 Pangkalpinang Akhirnya Direvitalisasi 

ABATANEWS.COM – SMP Negeri 9 Pangkalpinang akhirnya tersentuh perbaikan setelah 36 tahun mengalami kerusakan. Perbaikan dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan.

Salah satu siswi SMP Negeri 9 Pangkalpinang, Naswa Amanda menyampaikan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan telah mengubah sekolah yang selama puluhan tahun belum pernah mengalami renovasi besar menjadi tempat belajar yang lebih aman, nyaman, dan menyenangkan.

“Sebagai perwakilan dari murid, saya mau mengucapkan terima kasih banyak atas program revitalisasi sekolah kami. Sekarang sekolah kami menjadi jauh lebih baik, aman, nyaman, bersih, dan proses belajar jauh lebih menyenangkan,” ujar Naswa dalam rilis yang diterima, pada Jumat (3/7/2026).

Baca Juga : 3 Ribu Lebih Sekolah Terdampak Bencana Aceh dan Sumatra Telah Terima Bantuan Revitalisasi, Nilainya Rp2,9 T

Naswa mengaku masih mengingat kondisi sekolahnya sebelum direvitalisasi. Bangunan sekolah yang berdiri sejak 1990 itu memiliki sejumlah ruang kelas yang rusak, bahkan pernah mengalami plafon roboh hingga membahayakan kegiatan belajar.

Fasilitas pendukung, seperti toilet, juga mengalami berbagai kerusakan, mulai dari lantai yang retak, kloset yang pecah, hingga pintu yang rusak. Kini, kondisi tersebut telah berubah.

“Sekarang semuanya berubah berkat bantuan dari Bapak Menteri dan Bapak Presiden. Aku dan teman-temanku sekarang bisa belajar di kelas yang nyaman dan bagus,” ungkapnya.

Baca Juga : Tes Kemampuan Akademik Jenjang SMP Diikuti 1.899.878 Peserta di Seluruh Indonesia

Tak hanya merasakan manfaat dari revitalisasi sekolah, Naswa juga menjadi salah satu penerima Program Indonesia Pintar (PIP). Bantuan tersebut, menurutnya, sangat membantu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah sehingga ia dapat belajar dengan lebih tenang.

“Dulu kalau butuh perlengkapan sekolah, kami sering memikirkan biayanya. Sekarang sudah ada PIP yang membantu. Aku jadi bisa belajar lebih fokus dan semangat. Aku berjanji akan rajin belajar supaya nanti bisa meraih cita-citaku menjadi Polwan,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu’ti meresmikan hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 sekaligus menyerahkan pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 untuk Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Tengah.

Baca Juga : Pemerintah Pastikan Revitalisasi Sekolah di Tahun 2026, Prioritaskan Rusak Berat, 3T, dan Terdampak Bencana

Pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp99,3 miliar untuk merevitalisasi 101 satuan pendidikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sementara itu, pada tahun 2026, proses revitalisasi masih terus berjalan dengan alokasi sementara sebesar Rp44 miliar untuk 49 satuan pendidikan. Jumlah tersebut masih bersifat sementara karena proses verifikasi dan validasi calon penerima bantuan masih berlangsung.

Mendikdasmen menegaskan bahwa Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menghadirkan layanan pendidikan yang lebih bermutu melalui penyediaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Baca Juga : Pemerintah Tingkatkan Jumlah Penerima Program Afirmasi Guru 3T dan Wilayah Terdampak Bencana

“Ini semua adalah bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Mendikdasmen.

Selain revitalisasi sarana dan prasarana, pemerintah juga memperkuat kualitas pembelajaran melalui Program Digitalisasi Pembelajaran.

Pada tahun 2025, Kemendikdasmen mendistribusikan 288.865 Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Perangkat tersebut didukung dengan pelatihan bagi guru agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam proses pembelajaran.

Baca Juga : Pemerintah Salurkan 1.476 Buku Bacaan untuk Sekolah Terdampak Banjir di Solok

Bagi sekolah yang belum memiliki akses internet, pemerintah juga menyediakan dukungan jaringan Starlink agar perangkat dapat digunakan secara maksimal.

“Monitoring kami di banyak sekolah menunjukkan adanya peningkatan kualitas pembelajaran dan motivasi belajar murid karena proses belajar menjadi lebih interaktif dan hidup. Dengan pembelajaran yang semakin baik, kualitas pendidikan juga akan semakin meningkat,” pungkas Mendikdasmen.

Komentar