ABATANEWS, BALI – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, kembali meneguhkan dirinya setara dengan tokoh dunia.
Ia dipercaya menjadi narasumber dan penanggap di 10th World Water Forum (WWF) 2024 di Bali bersama wali kota se-Asia Pasifik diantaranya, Mr. Kazufumi Onishi, Mayor of Kumamoto, Japan, Mr. Dakila Carlo Cua, Governor of Quirino Province, President of the Union of Local Authorities of the Philippines (ULAP), President of UCLG ASPAC.
Ms. Azimah Math, Vice Mayor of Siem Reap, Kamboja, Mr. Dewan Kamal Ahmed, Mayor of Nilphamari Municipality, President of Municipal Association of Bangladesh, Mr. Jin Shengli, Deputy Director of Hunan Xiangiang New Area Agriculture, Rural Affairs, Ecology and Environment Bureau Changsha City.
Baca Juga : Wali Kota Munafri Resmi Buka Registrasi Makassar Half Marathon 2026
Danny mengusulkan poin rekomendasi dalam rangka deklarasi kota-kota se-dunia tentang air di hadapan sekitar 50 peserta, termasuk gubernur, wali kota, pengambil kebijakan, perencana, dan pejabat pemerintah lokal dan regional di Asia dan Pasifik.
Ia menjelaskan bahwa sejak tahun 1977, ketika jumlah penduduk mencapai 4,2 miliar jiwa, suhu bumi meningkat 0,2 derajat.
Sementara saat ini jumlah penduduknya mencapai 8 miliar jiwa dan kenaikan suhu mencapai 1,4 derajat.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Paparkan Tata Kelola dan Inovasi di Hadapan Rombongan Pemkab Majene
Inilah, kata dia, titik awal terjadinya efek domino bencana. Bumi mengalami akumulasi bencana sehingga menimbulkan risiko bencana yang masif dan kompleks.
Dia menyebutkan terdapat multi bencana yaitu bencana hidrometeorologi, bencana pandemi, bencana geopolitik dan bencana geomagnetik.
“Hal ini diperparah dengan siklus bencana geologi yang berdampak pada keseimbangan air,” kata Danny Pomanto pada sela-sela acara di Hotel BNDCC, Nusa Dua, Bali, Rabu, (22/05/2024).
Baca Juga : Dukung Program Prioritas Presiden Prabowo, Wali Kota Munafri Resmikan SPPG
Sebagaimana contoh musim, kini tidak bisa ditebak lagi. Saat ini, banjir dan kekeringan bisa terjadi dalam satu tahun yang mana kondisi ini belum pernah terjadi sebelumnya.
Berdasarkan pengalamannya, ia menceritakan bahwa, tahun lalu, Kota Makassar mengalami banjir dan kekeringan.
Kondisi ini membuat pemerintah kota mengambil tindakan mitigasi dan adaptasi yang adaptif secara sosial dan spasial.
Baca Juga : Makassar Half Marathon 2026 Target 12 Ribu Peserta, Munafri Tekankan Kesiapan Pelayanan Kota
“Kami belajar bahwa keterlibatan masyarakat dan kolaborasi multipihak dapat mempercepat pemulihan bencana,” ujar Danny di hadapan para tamu-tamu penting di Forum Air Internasional ini.
Olehnya, pihaknya berpendapat bahwa dunia sangat membutuhkan pengelolaan air yang lebih kuat dan cerdas.
Di akhir paparannya, ia bilang, ada banyak pelajaran dari acara Forum Air Dunia ini.
Baca Juga : Resmikan AMP di KIMA, Munafri: Proyek Infrastruktur Makassar Tetap Lewat Lelang Terbuka
Dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah berbagi berbagai ilmu dan pengalaman bersama Makassar.
“Terima kasih kepada UCLG dan UNCRD yang telah mengundang Makassar pada acara ini,” ucapnya.
“Mari selamatkan planet kita, mari berhemat dengan air kita. Bertindak sekarang, berbeda, dan bersama-sama,” pesannya.
Baca Juga : Lindungi Kesehatan Masyarakat, Pemkot Makassar dan BBPOM Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan
Wali kota se-Asia Pasifik yang hadir di antaranya, Jepang, Filipina, China, dan Bangladesh yang dimoderatori Sekjen UCLG ASPAC.
Berikut ialah rekomendasi Danny Pomanto yang merupakan komitmen bersama dalam 10th WWF 2024 di Bali;
1) kebijakan mitigasi dan adaptasi yang kuat
Baca Juga : Pemkot Makassar–KKP Perkuat Kolaborasi Kembangkan Hilirisasi Produk Perikanan
2) kolaborasi dan koordinasi yang kuat di seluruh tingkat kewenangan
3) kepemimpinan yang kuat dan adaptif
4) keterlibatan komunitas yang kuat
Baca Juga : Wali Kota Makassar Instruksikan Jajaran Siaga 24 Jam Hadapi Potensi Banjir
5) pendekatan smart city untuk menjadikan kota cerdas dan menjadikan masyarakat cerdas (smart solution)
6) komitmen teknologi hijau
7) revisi rencana tata ruang (biru dan hijau)
Baca Juga : Munafri Tekankan Kolaborasi Pemkot–Akademisi, Perkuat Ketahanan Pangan dan UMKM
8) inisiatif dekarbonisasi dan oksigenisasi
9) perubahan perilaku sosial.