Rabu, 29 Januari 2025

Wali Kota Danny Pomanto Jadi Pembicara Seminar Kementrian Lingkungan Hidup Jepang

Wali Kota Danny Pomanto Jadi Pembicara Seminar Kementrian Lingkungan Hidup Jepang

ABATANEWS, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto didaulat menjadi pembicara pada seminar ‘On City to City Collaboration For Zero Carbon Society 2025’ yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup Jepang.

Danny Pomanto menjadi satu-satunya pembicara perwakilan dari Indonesia. Dirinya bersama dengan Wali Kota Renca-Chili Claudio Casto.

Narasumber lainnya yaitu Masahiko Tsujio-Direktur, Departemen Promosi Netralitas Karbon Biro Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Sakai (Jepang), Shiro Takeda-Direktur Eksekutif Biro Perencanaan Kota Promosi Kota Masa Depan Kota Kobe Pemerintah.

Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Dorong Barongko Go International Lewat Kolaborasi Gastronomi Makassar–Prancis

Serta Atsushi Tsuji-Direktur Divisi Bisnis Internasional Departemen Hubungan Internasional, Biro Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Kansai.

Mereka membahas tentang solusi apa yang dibutuhkan untuk mencapai dekarbonisasi dan pertumbuhan ekonomi secara bersamaan di suatu wilayah.

Seminar Kolaborasi Antar Kota untuk Zero Carbon Society 2025 itu berlangsung di Congres Convention Center-Gedung Grand Front Osaka Utara B2F.

Baca Juga : BAZNAS Pusat Dukung Makassar Jadi Prototipe Kota Filantropi Nasional, Launching November

Kegiatan ini mempertemukan para pemangku kepentingan C3P dan pihak lain dari Jepang dan luar negeri yang tengah berupaya untuk melakukan dekarbonisasi lokal.

Di mana Kota Makassar di bawah kepemimpinan Danny Pomanto melalui beragam kebijakannya berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata terhadap dekarbonisasi.

Di hadapan peserta yang hadir, Danny Pomanto memaparkan empat rencana aksi yang dirumuskan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam program Low Carbon City.

Baca Juga : Bertemu Wali Kota Appi, Petinggi Pertamina Beberkan Strategi Skema SPBU Jadi 4 Klaster Atasi Antre Solar

Pertama, revisi penataan ruang, termasuk upaya pembangunan Makassar Sombere dan kota cerdas, kota layak huni, dan kota tangguh.

Kedua, penerapan teknologi hijau pada bidang air, energi, transportasi, industri dan limbah. Ketiga, melakukan gerakan dekarbonisasi dan oksigenasi melalui penanaman pohon, pengembangbiakan karang dan konservasi bakau.

Keempat, yaitu perubahan perilaku sosial melalui mitigasi dan adaptasi sosial, pendekatan sel kota atau program gang wisata, dan keterlibatan publik.

Baca Juga : Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Pererat Hubungan Makassar-Swiss

“Kota Makassar ingin mengambil inisiatif melaksanakan program Kota Rendah Karbon guna memperbaiki tingkat konsentrasi O2 dan CO2,” kata Danny Pomanto dalam pemaparannya.

Danny Pomanto juga menjelaskan dirinya bertekad menjadikan Makassar sebagai kota rendah karbon karena Makassar memiliki posisi strategis dan wilayah sensitif di tepi laut, di sisi barat, yang dilalui oleh dua sungai besar.

Maka, jika tidak melakukan dekarbonisasi, lanjut Danny Pomanto Kota Makassar akan terkena cuaca ekstrem, hujan lebat, banjir, rob, kekeringan, badai ekstrem, gelombang ekstrem.

Baca Juga : Wakil Wali Kota Makassar Sambut Kunjungan Kerja Komite III DPD RI, Bahas RUU Guru dan Dosen

“Jadi kalau kita tidak melakukan dekarbonisasi, maka Makassar akan terkena cuaca ekstrem, hujan lebat, banjir bandang, dan kekeringan, juga badai ekstrem, hingga gelombang ekstrem,” ucapnya.

Dirinya juga menyebut bahwa kolaborasi antarkota penting untuk dilakukan untuk mempercepat perwujudan dekarbonisasi di suatu wilayah. Khususnya kota-kota di Jepang yang mempunyai banyak pengalaman dalam dekarbonisasi.

Bahkan Kota Makassar telah berkolaborasi dengan Jepang dalam hal dekarbonisasi. Diantaranya, berkolaborasi dengan Oriental Consultant Global (OCG) dalam Proyek Smart Island, penyediaan sistem panel surya untuk masyarakat pulau.

Baca Juga : Buka Asesmen 464 Kepala Sekolah, Appi Soroti Pentingnya Karakter dan Budaya Lokal

Kota Makassar juga berkolaborasi dengan Kota Yokohama dan Nippon Koei dalam “Proyek Kota Zero Karbon. Serta dengan Kota Maniwa dalam pengelolaan sampah secara umum.

Penulis : Azwar
Komentar