Selasa, 12 Juli 2022 08:15

Vietnam dan Thailand Dianggap Main “Mata”, PSSI Layangkan Surat ke AFF

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan seusai memimpin rapat terkait laga Vietnam vs Thailand di kantor PT LIB. (foto: PSSI)
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan seusai memimpin rapat terkait laga Vietnam vs Thailand di kantor PT LIB. (foto: PSSI)

ABATANEWS – Induk federasi sepak bola Indonesia atau PSSI menganggap laga antara Vietnam dan Thailand di match kelima grup A, Piala AFF U-19 ada main “mata”. Pasalnya, di laga tersebut terdapat keganjalan antar kedua tim sepanjang pertandingan.

Salah satunya, yang kini viral di media sosial memperlihatkan pemain Vietnam hanya melakukan operan cukup santai di bawah jantung pertahanan. Di sisi lain, pemain Thailand seakan membiarkan pemain Vietnam melakukan hal tersebut.

Di laga itu pula, kedua kesebelasan hanya bermain imbang dengan skor 1-1. Hasil itu, lantas membuat Timnas Indonesia gagal melaju ke babak semifinal Piala AFF lantaran terbentur regulasi.

Baca Juga : Merasa Dirugikan Wasit di Piala Asia U-23, PSSI Mantap Kirim Surat Protes ke AFC

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan turut membenarkan tingkah kedua kesebelasan yang seperti main “mata”. Kedua tim dianggap sudah mengatur pertandingan agar keduanya bisa sama-sama melangkah ke babak selanjutnya tanpa harus bermain fairplay.

“Apakah pantas sebuah negara besar seperti itu melakukan hal itu. PSSI tidak menuduh, tetapi kita hanya mempertanyakan,” kata Mochamad Iriawan seperti dilansir di laman resmi PSSI, Selasa (12/7/2022).

Iriawan menambahkan soal regulasi AFF ini tidak ada masalah. Sebab, saat manager meeting sudah dibahas dan PSSI memahami itu.

Baca Juga : Pasca Kalah dari Qatar, Shin Tae-yong: Ini Sebuah Pertunjukan Komedi

Akan tetapi, PSSI melihat dalam 27 menit terakhir laga Thailand dan Vietnam ada kejanggalan. Khususnya saat kedudukan 1-1 dan kedua tim hanya memainkan bola di garis belakang dan tidak berniat untuk menyerang.

“Kalau mereka (Thailand vs Vietnam) mainnya benar, saya tidak masalah. Ini terlihat mereka main-main. Ini yang membuat kami terluka,” imbuhnya

Itu sebabnya, lanjut dia, pihaknya akan mengirim surat protes resmi kepada AFF agar dilakukan investigasi melalui Komite Disiplin (Komdis) AFF. Dalam hasil investigasi nanti, apakah ada match fixing atau tidak sama sekali.

Baca Juga : Jelang Laga Lawan Qatar di Piala Asia U-23, Indonesia Kedatangan Amunisi Tambahan

“Kalau tidak terbukti ya tidak masalah. Saat ini banyak nitizen yang meminta Indonesia keluar dari AFF karena mereka menganggap ada permainan,’’ imbuh Iriawan.

Penulis : Wahyu Susanto
Komentar