ABATANEWS, MAKASSAR – Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Yusuf Kalla akan segera memberikan klarifikasi terkait polemik potongan video ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 5 April 2026.
Juru Bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah mengatakan saat ini Jusuf Kalla masih berada di Yokohama, Jepang.
Keberadaan JK di sana dalam rangka meresmikan sejumlah masjid sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) serta menjalankan beberapa agenda lainnya.
Baca Juga : JK Dorong Majelis Taklim Perempuan Jadi Penggerak Dakwah dan Kesejahteraan Umat
Meskipun di luar negeri kata dia, JK memberi perhatian terhadap polemik yang timbul sebagai buntut dari pemotongan video ceramahnya di UGM.
“Namun, JK akan memberikan keterangan resmi dan klarifikasi kepada media pada hari Sabtu, 18 April 2026,” ujar Husain Abdullah dalam keterangannya dikutip Jumat (17/4/2026).
Selain itu, JK juga berencana mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh Islam dan Kristen untuk menjelaskan langsung konteks utuh ceramahnya.
Baca Juga : Jusuf Kalla Dorong Penguatan Kerja Sama DMI dan Dewan Imam Nasional Australia
Sehingga masalah tidak berkembang liar dan kerukunan umat beragama tetap terjaga.
“Pak JK ingin menyelesaikan ini dengan kepala dingin dan pendekatan dialog, seperti yang selalu beliau lakukan selama ini,” jelas Husain Abdullah.
Adapun buntut dari ceramah JK, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) melapor ke Polda Metro Jaya pada Minggu 12 April 2026.
Baca Juga : JK: Ketahanan Iran Hadapi Serangan AS-Israel Bukti Pentingnya Penguasaan Teknologi di Dunia Islam
Diketahui, video JK di Masjid UGM bukan dalam kapasitas menyampaikan dakwah atau ceramah melainkan berpidato.
Dalam pidato tersebut, JK mengambil istilah mati syahid yang dianut dua kelompok yang bertikai saat konflik Ambon dan Poso.