Senin, 03 Maret 2025 17:03

Usai Rugikan Negara Rp 193,7 Triliun, Pertamina Hanya Minta Maaf dan Janji Perbaiki Pelayanan

Para tersangka kasus tata kelola minyak mentah yang menjerat sejumlah petinggi Pertamina Patra Niaga yang diungkap Kejaksaan Agung beberapa waktu lalu. (foto: Riau Pos)
Para tersangka kasus tata kelola minyak mentah yang menjerat sejumlah petinggi Pertamina Patra Niaga yang diungkap Kejaksaan Agung beberapa waktu lalu. (foto: Riau Pos)

ABATANEWS, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) akhirnya meminta maaf atas adanya kasus tata kelola minyak mentah yang menjerat sejumlah petinggi Pertamina. Permintaan maah itu disampaikan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri.

Melalui YouTube Pertamina, Simon meminta maaf kepada masyarakat atas kasus korupsi impor bahan bakar minyak (BBM) yang menyeret sejumlah pejabat Pertamina. Simon mengatakan ini adalah ujian besar bagi Pertamina.

“Saya, Simon Aloysius Mantiri, sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero), menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia atas peristiwa yang terjadi beberapa hari terakhir ini,” imbuhnya, Senin (3/3/2025).

Baca Juga : Viral Mobil Maung Garuda Isi BBM di SPBU Shell, Pihak Istana Buka Suara

Dia berjanji, Pertamina akan terus berupaya menjaga kepercayaan masyarakat Indonesia. Selama Pertamina berdiri 67 tahun, ia mengklaim selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik di bidang energi untuk masyarakat Indonesia.

Meski begitu, dia mengakui ada beberapa hal yang dilakukan Pertamina melukai hati rakyat. Oleh karena itu, dia berjanji untuk terus membenahi Pertamina agar sesuai dengan keinginan rakyat.

Simon menyampaikan masih banyak pegawai Pertamina yang baik. Dia menyebut pegawai-pegawai itu berjiwa Merah Putih.

Baca Juga : FTV Azab Pengoplos BBM Viral, Netizen Kaitkan dengan Kasus Korupsi Pertamina

“Kami bersama insan-insan di Pertamina akan terus berkomitmen untuk membenahi diri kami. Kami telah membentuk Tim Crisis Center untuk mengevaluasi keseluruhan proses bisnis, terutama dari aspek operasional,” ucapnya.

Diketahui, Kejaksaan Agung baru saja mengungkap skandal Pertamina yang menjerat sembilan orang dan enam diantaranya petinggi Pertamina. Kasus ini terkait dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina periode 2018-2023 dan merugikan negara Rp 193,7 Triliun.

Penulis : Wahyuddin
Komentar