Minggu, 24 Agustus 2025

TP PKK Makassar Gelar Talkshow Pasang Usia Subur, Edukasi Kanker Payudara dan Keluarga Berencana

TP PKK Makassar Gelar Talkshow Pasang Usia Subur, Edukasi Kanker Payudara dan Keluarga Berencana

ABATANEWS, MAKASSAR – TP PKK Kota Makassar menggelar talkshow bertajuk Pasang Usia Subur dalam rangkaian kegiatan Gebrak PKK memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 tahun, berlangsung di Atrium Trans Studio Mall Makassar, Sabtu (23/8/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program Pokja IV TP PKK Kota Makassar yang fokus pada bidang kesehatan. Talkshow ini menghadirkan narasumber berkompeten, yakni Dr. dr. Muh Irwan Gunawan, Sp.B(K)Onk dan Dr. Eka Nurbani, Sp.OG(K), dengan moderator Dr. Salwa Mochtar.

Ketua Pokja IV TP PKK Kota Makassar, Indira Purnamasari, menyampaikan kegiatan ini menjadi wadah edukasi kesehatan yang strategis. Menurutnya, pemilihan ruang publik sebagai lokasi kegiatan bertujuan menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Baca Juga : Seleksi 103 Imam Kelurahan, Wali Kota Minta Imam Kompeten dari Proses Bersih dan Berintegritas

“Kami ingin masyarakat lebih mudah mendapatkan edukasi tentang kesehatan, khususnya kanker payudara dan keluarga berencana. PKK hadir untuk mendukung keluarga yang sehat dan sejahtera,” ujar Indira.

Indira menuturkan isu kesehatan reproduksi masih sering dianggap tabu di sebagian masyarakat. Menurutnya, PKK berperan memecah stigma tersebut dengan menghadirkan forum diskusi terbuka.

“Kalau kita tidak membicarakan hal-hal penting ini, banyak keluarga akan kekurangan informasi yang seharusnya mereka tahu sejak dini,” jelasnya.

Baca Juga : Pemkot Makassar Dorong Penanganan ODGJ Sesuai SOP

Ia juga menekankan pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Karena itu, edukasi kesehatan harus dimulai dari keluarga sebagai lingkungan pertama yang membentuk pola hidup sehat.

“Harapan kami, setelah mengikuti talkshow ini, masyarakat bukan hanya tahu tetapi juga mau menerapkan langkah-langkah pencegahan di rumah masing-masing,” tambah Indira

Dalam kesempatan ini, Dr. dr. Muh Irwan Gunawan, seorang dokter spesialis kanker memaparkan materi tentang paradigma baru manajemen kanker payudara. Ia menekankan pentingnya deteksi dini sebagai langkah efektif menekan angka kematian akibat kanker tersebut.

Baca Juga : 118 Pedagang di Pasar Mamajang Makassar Bongkar Lapak Sukarela Lewat Pendekatan Humanis

Menurutnya, kanker payudara memiliki beberapa faktor risiko yang perlu dikenali. Tahapan penyakit ini terdiri atas stadium dini, lanjut lokal, dan metastasis yang membutuhkan penanganan berbeda sesuai kondisinya.

Ia juga menjelaskan bahwa gerakan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) dan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) tidak cukup untuk memastikan seseorang terbebas dari kanker payudara.

“Yang paling penting adalah skrining kanker payudara melalui imaging. Ini bisa mendeteksi kelainan sebelum menimbulkan keluhan,” jelasnya.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Dorong Dialog Rutin Pekerja-Pengusaha, Jadi Kunci Atasi Konflik

Pemeriksaan seperti USG mammae dan mamografi, kata Irwan, memiliki manfaat besar dalam menemukan kanker lebih awal. “Pemeriksaan dianjurkan mulai usia 35 tahun, rutin setahun sekali pada usia 40–50 tahun, dan setiap dua tahun sekali setelah usia 50 tahun,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Eka Nurbani seorang dokter kandungan membawakan materi mengenai manfaat program keluarga berencana. Ia menjelaskan bahwa kontrasepsi dapat membantu ibu, anak dan keluarga.

“Ibu dapat terhindar dari kehamilan berisiko, anak tumbuh optimal dengan gizi tercukupi, serta keluarga lebih siap secara ekonomi. Keluarga berencana bukan hanya tentang menunda kelahiran, tetapi juga memastikan kualitas hidup keluarga terjaga,” ujar Eka.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Ajak KPMI Perkuat UMKM dan Bangkitkan Pasar Sentral

Ia memaparkan jenis-jenis kontrasepsi yang bisa dipilih pasangan. Metode alami, non-hormonal seperti kondom dan IUD tembaga, serta metode hormonal seperti pil KB, suntik, implan, IUD hormonal, hingga sterilisasi tubektomi dan vasektomi.

Menurutnya, metode kontrasepsi jangka panjang seperti IUD, implan, dan sterilisasi lebih efektif dalam membantu keluarga merencanakan masa depan.

“Kami mendorong pasangan usia subur memilih metode kontrasepsi jangka panjang karena lebih praktis, aman, dan memiliki tingkat keberhasilan tinggi,” imbuhnya.

Baca Juga : Serius Tangani Anak Putus Sekolah, Wali Kota Munafri Kerahkan Tim ATS Jemput Siswa Kembali Sekolah

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi selama acara berlangsung. Banyak peserta yang aktif bertanya seputar deteksi dini kanker payudara hingga pemilihan kontrasepsi yang tepat sesuai kondisi kesehatan.

Penulis : Wahyuddin
Komentar