Sabtu, 19 Februari 2022 14:36

TNI AL Amankan Dua Unit Benda Mirip Rudal Dari Kepulauan Selayar

TNI AL amankan dua unit benda mirip rudal dari Kepulauan Selayar dan telah dikirim ke Kota Makassar untuk diteliti lebih lanjut, Sabtu (19/2/2022). (foto: istimewa)
TNI AL amankan dua unit benda mirip rudal dari Kepulauan Selayar dan telah dikirim ke Kota Makassar untuk diteliti lebih lanjut, Sabtu (19/2/2022). (foto: istimewa)

ABATANEWS, MAKASSAR – Dua unit Benda asing yang di duga mirip rudal yang ditemukan oleh nelayan di kepulauan Selayar Sulawesi Selatan, kini telah berhasil di amankan. Penanaman dilakukan oleh pihak TNI AL dari Kepulauan Selayar ke Kota Makassar, Sabtu (19/02/2022).

Danlantamal VI, Laksamana Pertama TNI Dr Benny Sukandari menyampaikan benda asing ini sering sekali ditemukan di sekitar Kabupaten Kepulauan Selayar. Utamanya pada bagian Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II.

Yang mana ALKI II ini merupakan jalur laut yang begitu ramai dilewati oleh Kapal-kapal militer maupun sipil yang mempunyai misi -misi tersendiri. Kapal ini, juga memanfaatkan situasi lenggang dari pada luasnya perairan Indonesia khususnya di ALKI II ini.

Baca Juga : TNI AL Gagalkan Penyeludupan 30 TKI Ilegal ke Malaysia

“Kedua unit benda atau alat tersebut merupakan alat survey bawah air yang dilepaskan ke bawah air dan dikontrol oleh kapal induknya, yang mana data yang diperoleh oleh alat ini akan di transfer melalui kabel data ke kapal induknya sehingga data-data yang diperoleh akan dikumpulkan dan di rekam yang bertujuan untuk kepentingan tertentu dari kapal yang mengontrol alat ini”, Ungkap Danlantamal VI.

Data yang bisa diambil dari alat survey bawah laut ini diantaranya adalah keadaan dalam laut mulai dari suhu. Memudian salinitas, arus, pasang surut, seismik termasuk sumber daya alam seperti mineral dan lain-lain.

“Saya yakinkan alat ini bukan rudal akan tetapi alat Side Scan Sonar (SSS) dan kalau dilihat lampu indikatif sensor masih berkedip tentunya alat ini masih aktif dan tetap merekam sampai lampu tersebut mati,” pungkasnya.

Penulis : Imam Adzka
Komentar