Senin, 28 Agustus 2023 17:11

Tarif LRT Jabodetabek Ditetapkan, Statusnya Masih Promo

Dokumenttasi Kereta LRT Jabodebek. (foto: Humas Kemenhub RI)
Dokumenttasi Kereta LRT Jabodebek. (foto: Humas Kemenhub RI)

ABATANEWA.COM – Pemerintah RI secara resmi mengeluarkan tarif Lintas Raya Terpadu (LRT) Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek). Penetapan tarif tersebut usai Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan peresmian, Senin (28/8/2023).

Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati mengatakan tarif yang ditetapkan saat ini masih berstatus promo. Promo tersebut dalam rangka memperingati HUT ke-78 RI.

“Tarif ini sekaligus untuk memperkenalkan LRT Jabodebek kepada masyarakat. Jadi pemerintah memberlakukan tarif promo bagi masyarakat yang akan menaiki moda transportasi ini,” katanya dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga : Jadi Ketua KPK Sementara, Segini Kekayaan Nawawi Pomolango

Melalui pemberian tarif promo ini, diharapkan akan mendorong masyarakat untuk beralih menggunakan angkutan massal ketimbang kendaraan pribadi. Apalagi, untuk tarif flat hanya Rp5.000 dengan skema selanjutnya yang disiapkan adalah pengenaan tarif maksimal Rp20.000 untuk jarak terjauh dan di bawah Rp20.000 untuk selain jarak terjauh.

Skema tarif ini mulai diberlakukan pada awal bulan Oktober 2023 sampai dengan akhir Februari 2024. Pemberian tarif promo ini menggunakan subsidi dari pemerintah menggunakan skema kewajiban pelayanan publik atau public service obligation (PSO).

“Besaran PSO yang diberikan untuk subsidi tarif dari mulai beroperasi sampai dengan akhir tahun 2023 yaitu sebesar Rp66 miliar. Jumlah ini di luar pemberian subsidi untuk prasarana,” ujarnya.

Baca Juga : Jokowi Bikin Aturan Baru, Menteri Hingga Wali Kota Tak Perlu Mundur Jika Mau Maju di Pilpres

Sebagai informasi, tarif LRT Jabodebek sudah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) Nomor KM 67 Tahun 2023 tentang Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api Ringan Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi untuk Melaksanakan Kewajiban Pelayanan Publik. Berdasarkan regulasi ini, tarif dasar LRT Jabodebek ditetapkan mulai Rp5.000 untuk 1 kilometer pertama dan mengalami penambahan sebesar Rp700 per kilometer selanjutnya.

Pemerintah memberikan subsidi PSO dengan membiayai selisih dari biaya yang diusulkan oleh operator LRT Jabodebek agar biayanya lebih terjangkau bagi masyarakat banyak. Tarif yang telah ditetapkan ini telah dikaji tim independen Polar UI dan PWC bersama operator dan Kementerian Perhubungan.

Penulis : Wahyu Susanto
Komentar