ABATANEWS, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyoroti keras kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai tidak produktif dan bermasalah.
Prabowo mengungkapkan adanya rekayasa laporan keuangan pada beberapa perusahaan pelat merah yang sebenarnya terus mengalami kerugian, namun diklaim meraup keuntungan.
“Terlalu banyak BUMN yang tidak produktif. Rugi terus, laporannya untung. Ngarang saja itu untungnya,” tegas Prabowo saat menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Baca Juga : Negara Tidak Boleh Didikte Tambang Ilegal
Presiden Prabowo mengatakan pemerintah telah menutup 290 BUMN. Jumlah tersebut ditargetkan terus dipangkas sehingga pada akhir tahun hanya tersisa paling banyak 300 BUMN.
“750 BUMN lebih akan kita tutup. Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah akan kita pertahankan,” ungkap Prabowo.
Prabowo menekankan pentingnya menghentikan praktik-praktik manipulatif dalam pengelolaan BUMN.
Baca Juga : Pamit ke Presiden Prabowo, Nanik S Deyang Mundur Sebagai Kepala BGN
Persoalan ini dinilai kian krusial mengingat banyak BUMN yang menjalin kerja sama strategis dengan entitas atau perusahaan asing.
Selain masalah transparansi kinerja, Presiden membedah gemuknya lapisan jajaran direksi dan komisaris di tubuh BUMN yang membebani efisiensi operasional.
Pemerintah mengambil langkah tegas dengan melakukan perampingan masif terhadap total entitas perusahaan pelat merah.
Baca Juga : Presiden Mahmoud Abbas Telepon Prabowo, Bahas Perkembangan Konflik Palestina
“Pemerintah berkomitmen melakukan pembersihan menyeluruh untuk memastikan BUMN yang tersisa benar-benar berkontribusi nyata bagi perekonomian negara,” pungkas dia.