ABATANEWS, MAKASSAR – Kesiap siagaan dan antisipasi menjadi kunci untuk meminimalkan risiko. Pemerintah Kota Makassar bersama Kementerian Sosial RI menjawab tantangan itu dengan mencanangkan Kampung Siaga Bencana (KSB).
Dua wilayah yang dianggap paling rentan, Kecamatan Biringkanaya dan Kecamatan Manggala. Kedua kecamatan tersebut menjadi fokus simulasi kesiapsiagaan, mulai dari deteksi dini, penanganan darurat, hingga pemulihan pascabencana.
Pencanangan sekaligus simulasi KSB yang digelar Dinas Sosial Kota Makassar di Anjungan Pantai Losari, Minggu (21/9/2025).
Baca Juga : Serahkan Genset dan Pompa Air, Munafri Harap Sinergi Bangun Pulau Lanjukang Terus Berlanjut
Sebuah program yang menitikberatkan pada pengurangan risiko bencana melalui penguatan fisik lingkungan sekaligus pembentukan kesadaran dan keterampilan warga.
Sehingga deteksi Dini, menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya urusan pemerintah, tetapi gerakan kolektif.
Hadir Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI, Robben Rico, jajaran SKPD Kota Makassar, dan para relawan siaga bencana, yang bersama-sama menunjukkan komitmen membangun masyarakat tangguh.
Baca Juga : Berdiri Sejak 1980-an, 40 Kios di Atas Fasum Ditertibkan
Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Robben Rico, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar atas dukungan penuh terhadap berbagai program pemberdayaan masyarakat, mulai dari Kampung Siaga Bencana (KSB) hingga Sekolah Rakyat.
Robben menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci penting menghadapi potensi bencana, khususnya banjir yang kerap melanda kota besar.
“Sejak dipimpin pak Wali (Munafri), Makassar ini kota yang terus berbenah. Dalam beberapa bulan terakhir saya sudah empat kali ke sini dan bisa melihat banyak perubahan positif, termasuk kebersihannya,” ujarnya.
Baca Juga : Jelang IGS 2026, Kawasan Losari hingga CPI Disterilkan Sambut Delegasi Mancanegara
“Namun, kita tetap harus waspada terhadap ancaman bencana, terutama banjir. Oleh karena itu, antisipasi harus kita siagakan,” tambah Robben.
Robben juga menekankan pentingnya kehadiran Kampung Siaga Bencana, yang di Makassar melibatkan 60 relawan terlatih.
Mereka dibekali keterampilan penanganan kebencanaan dan pertolongan pertama sehingga siap digerakkan kapan saja.
Baca Juga : Dirut BPJS Ketenagakerjaan Apresiasi Makassar: Program Perisai Layak Jadi Contoh Nasional
Konsep KSB adalah memberdayakan masyarakat agar menjadi garda terdepan.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan pasukan khusus lembaga terkait, maka dengan keterlibatan warga, penanganan bencana akan jauh lebih cepat dan efektif,” tegasnya.
Selain itu, dia mengapresiasi langkah Pemkot Makassar yang menyediakan lahan untuk berbagai program sosial, termasuk perumahan contoh dan Sekolah Rakyat.
Baca Juga : Libatkan 1.005 Agen Perisai, Appi-Aliyah Percepat Universal Coverage Jaminan Sosial di Makassar
Menurutnya, dukungan itu sudah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dan mendapat respons positif.
“Bapak Presiden tahu, dan sudah kami laporkan dan menyampaikan terima kasih kepada Pak Wali Kota atas dukungan yang luar biasa,” katanya.
Selain itu, Sulawesi Selatan menjadi salah satu provinsi di luar Jawa dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak yang disetujui pembangunannya tahun ini—termasuk di Kota Makassar.
Baca Juga : Wawali Aliyah Apresiasi Sinergi BPJS Kesehatan dan PWRI dalam Menjaga Kesehatan Purnabakti
“Insya Allah, awal Oktober nanti Presiden dijadwalkan meresmikan Sekolah Rakyat di Bekasi, sekaligus meninjau program perumahan contoh yang lahannya disiapkan oleh Pemkot Makassar,” jelasnya.
Sedangkan, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menanggulangi bencana.
Ia menyambut baik pencanangan Kampung Siaga Bencana (KSB), sebagai langkah membangun ketangguhan warga menghadapi berbagai ancaman alam dan sosial.
Baca Juga : Pemkot Makassar, Forkopimda dan Kemenlu Matangkan Kesiapan IGS 2026 Sambut Kedatangan Delegasi 28 Negara
“Kampung Siaga Bencana bukan sekadar program, melainkan gerakan gotong royong dan solidaritas sosial,” ujarnya.
“Saya berharap masyarakat tidak hanya menjadi korban pasif, tetapi menjadi subjek aktif dalam penanggulangan bencana—dari tahap kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana,” tambah Munafri.
Ia menyebutkan potensi bencana yang kerap mengancam Kota Makassar, mulai dari banjir, angin puting beliung, kebakaran, hingga bencana sosial lainnya, khususnya di Kecamatan Biringkanaya dan Kecamatan Manggala yang ditetapkan sebagai lokasi fokus simulasi KSB.
Baca Juga : Perkuat Tata Kelola Persampahan, Ketua Dewan Lingkungan Hidup dan DLH Makassar Evaluasi Kemajuan TPA
“Kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat merupakan kunci utama untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana,” tegasnya.
Munafri mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk relawan dan pilar sosial, untuk terus terlibat aktif dalam pelatihan KSB. Ia menilai program ini dapat menjadi wadah pembelajaran, kerja sama, dan saling tolong-menolong demi keselamatan bersama.
Tak lupa, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial RI dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini.
Baca Juga : Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Wali Kota Makassar Jadi Responden Pertama
“Semoga Kampung Siaga Bencana di Makassar menjadi contoh nyata penanggulangan bencana berbasis masyarakat dan menjadi inspirasi agar terus siap siaga kapan saja,” pungkasnya.