ABATANEWS, MAKASSAR — Keselamatan dan kenyamanan pemudik menjadi perhatian utama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menjelang arus mudik Lebaran 2026. Untuk mendukung mobilitas masyarakat yang diperkirakan meningkat signifikan, Pemprov Sulsel menyiapkan delapan titik rest area bertajuk “Rest Area Andalan Hati” di sejumlah jalur strategis mudik.
Melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) ini memanfaatkan fasilitas masjid ramah pemudik yang tersebar di jalur utama perjalanan lintas kabupaten/kota.
Kehadiran rest area tersebut diharapkan memberikan ruang istirahat yang nyaman bagi masyarakat yang menempuh perjalanan jauh menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Baca Juga : SYAFIF Goes to Makassar, Pemprov Sulsel Dorong Penguatan Ekonomi Syariah
Kepala Biro Kesra Sulsel, Andi Munawir, mengatakan bahwa penyediaan titik istirahat ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan perjalanan mudik berlangsung aman dan nyaman.
“Dalam rangka menyambut arus mudik Lebaran 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan rest area di beberapa titik lokasi masjid,” kata Andi Munawir, Sabtu, 14 Maret 2026.
Pemilihan masjid dengan fungsi tambahan sebagai lokasi rest area tidak hanya bertujuan menyediakan tempat singgah, tetapi juga beristirahat sejenak dari perjalanan panjang.
Baca Juga : Gubernur Sulsel Bersama Kepala OJK Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat Anti Mager Cinta Keuangan Syariah
Di sejumlah titik, Pemprov Sulsel juga menyiapkan hidangan berbuka puasa sederhana.
“Kami menyiapkan kue-kue takjil dan minuman-minuman,” sebut Andi Munawir.
Delapan lokasi rest area tersebut tersebar di beberapa wilayah strategis. Di Kota Makassar, rest area berada di Masjid H. Fajar Rahmah di Jalan Perintis Kemerdekaan.
Baca Juga : Bakti Sosial Rutin DWP Sulsel, Wujud Kehadiran sebagai Mitra Pemerintah di Tengah Masyarakat
Bagi pemudik yang menuju wilayah selatan, tersedia Masjid Besar Raudhatusshalihin di Kabupaten Gowa dan Islamic Center Dato’ Tiro di Kabupaten Bulukumba.
Sementara itu, pada jalur tengah dan utara Sulsel, titik istirahat disiapkan di Masjid Akbar Lappariaja di Kabupaten Bone dan Masjid Agung di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Untuk wilayah Toraja Utara, dua titik rest area berada di Masjid Besar Rantepao dan Masjid Nurul Jihad Lapandan.
Baca Juga : Gubernur Andi Sudirman Resmikan Ruas Jalan Paleteang–Malimpung–Kabere, Kemantapan Capai 100 Persen
Bagi masyarakat yang menuju wilayah Luwu Raya, Masjid Agung Syuhada Masamba di Kabupaten Luwu Utara juga disiapkan sebagai lokasi singgah bagi pemudik.
Andi Munawir mengimbau masyarakat agar memanfaatkan fasilitas rest area jika merasa lelah saat berkendara serta tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik.
Program ini juga merupakan tindak lanjut arahan Menteri Perhubungan yang mendorong optimalisasi fasilitas publik sebagai titik istirahat pemudik.
Baca Juga : 20 Tahun Penantian Warga Luwu dan Luwu Utara, Jembatan Salujambu Andalan Diresmikan Gubernur Sulsel
“Tindaklanjut arahan menteri,” ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melakukan koordinasi kesiapan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang juga dihadiri oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman di Kantor Gubernur Sulsel pada Jumat, (27/2).
Koordinasi tersebut dilakukan karena Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah asal dan tujuan utama arus mudik nasional sekaligus menjadi gerbang utama menuju kawasan Indonesia bagian timur.
Baca Juga : Gubernur Andi Sudirman Groundbreaking Revitalisasi Lapangan Sepak Bola Pallempang Luwu
Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan, Sulsel tercatat sebagai daerah asal pemudik terbesar keenam secara nasional dengan potensi pergerakan mencapai sekitar 3,92 juta orang atau 2,7 persen dari total pergerakan nasional.
Sementara sebagai daerah tujuan, Sulsel masuk lima besar provinsi tujuan pemudik dengan estimasi jumlah kedatangan mencapai sekitar 5,36 juta orang atau 3,40 persen dari total pergerakan nasional.
Dudy Purwagandhi juga mendorong optimalisasi masjid sebagai tempat istirahat pemudik dengan memastikan tersedianya fasilitas parkir, air bersih, sanitasi yang memadai, serta pengaturan arus kendaraan yang tertib.
“Kami optimis, dengan dukungan Pemda Sulsel, layanan mobilitas masyarakat akan berjalan optimal serta menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pemudik,” tutur Menhub Dudy.
Secara keseluruhan, terdapat sekitar 307 masjid di Sulawesi Selatan yang berpotensi dimanfaatkan sebagai titik istirahat pendukung selama musim mudik Lebaran.
Konsep pemanfaatan masjid sebagai rest area ini diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan di simpul transportasi utama serta memperkuat layanan perjalanan masyarakat selama periode angkutan Lebaran.
Baca Juga : Resmi Pimpin Gowa, Gubernur Sulsel Minta Darmawangsyah Genjot Serapan Anggaran dan Proyek Strategis
Program tersebut juga didukung kerja sama antara Kementerian Perhubungan dan Kementerian Agama agar fasilitas masjid di jalur mudik dapat dimanfaatkan secara aman dan nyaman oleh masyarakat.(*)