ABATANEWS, MAKASSAR – RSAL Jala Ammari Kodaeral VI Makassar mengungkapkan kondisi para korban ledakan kapal ikan Rismawati Indah. Beberapa korban di antaranya menderita luka bakar hingga patah tulang.
Kepala RSAL Jala Ammari Kodaeral VI Letkol Laut (K) dr. Suhadi menjelaskan, seluruh korban langsung mendapatkan penanganan awal berupa triase. Yaitu prioritas penanganan medis berdasarkan tingkat kegawatdaruratan di IGD oleh tim kesehatan RSAL Jala Ammari Kodaeral VI.
“Korban yang mengalami luka-luka kami obati, yang menderita luka bakar kami rawat dengan menggunakan fasilitas Hiperbarik Chamber dan yang mengalami patah tulang akan kami lakukan tindakan operasi,” ungkap dr Suhadi, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga : Kebakaran Kapal Nelayan di Pelabuhan Paotere, BPBD Makassar Catat 9 Orang Jadi Korban
Dalam insiden ini, sebanyak 9 orang yang terudri dari nelayan dan ABK menjadi korban. Mereka adalah dg. Gassing (37), dg. Lanti’ (60), dg. Tangga (65), Rusli Dg. Ngewa (45) dg. Rahmat (44), dg. Itung (35), Ardi (16), Putra (16) dan Irisanga Dg. Gadding (65).
Sementara itu, Komandan Kodaeral VI (Dankodaeral VI) Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz menyampaikan para korban kecelakaan kapal ini telah diberikan penanganan medis yang cepat dan intensif di RSAL Jala Ammari Kodaeral VI.
“Apabila para korban harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut lagi maka kami akan rujuk ke rumah sakit yang bisa menangani korban tersebut,” tegas Andi Abdul Aziz.
Baca Juga : Nelayan di Makassar Disapu Ombak Saat Pasang Jaring Ikan, Ditemukan Meninggal Dunia
Sebelumnya, aktivis bongkar ikan dilakukan di kapal ikan Rismawati Indah di Pelabuhan Paotere, Rismawati Indah di Pelabuhan Paotere, Kelurahan Gusung, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, Sulsel. Sekitar pukul 05.00 Wita, tiba-tiba terdengar suara ledakan dari mesin kapal yang memicu terjadinya kebakaran.