Kamis, 12 Maret 2026

Pergerakan Masyarakat Saat Mudik Lebaran 2026 Diperkirakan Turun 1,75 Persen

Ilustrasi mudik dan arus balik.
Ilustrasi mudik dan arus balik.

ABATANEWS.COM – Pergerakan masyarakat saat mudik Lebaran tahun 2026 diperkirakan mengalami penurunan. Prediksi ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan angka pergerakan masyarakat pada mudik lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 143,91 orang atau 50,60 persen. Meski begitu, angka ini lebih kecil ketimbang pergerakan mudik pada tahun 2025 lalu.

“Angka ini menurun 1,75% dibandingkan hasil survei Angkutan Lebaran Tahun 2025 sekitar 146 juta orang,” ujar Dudy Purwagandhi dalam keterangannya saat rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta dikutip Kamis (12/3/2026).

Baca Juga : Selama Mudik dan Arus Balik Lebaran 2026, Bandara Hasanuddin Layani 448.143 Penumpang

Namun lanjut dia, angka pergerakan pada tahun 2025 berdasarkan hasil survei tak sejalan dengan realisasi. Pasalnya, pada tahun tersebut tercatat lonjakan pergerakan masyarakat menyentuh 154 juta orang.

Menurutnya, angka ini menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat pada masa lebaran cenderung melampaui angka yang diperkirakan dalam survei. Sehingga, pemerintah telah melakukan berbagai kesiapan dalam mengantisipasi lonjakan di masa mudik lebaran tahun 2026 ini.

Meliputi kesiapan sarana dan prasarana transportasi meliputi darat, laut, udara dan penyeberangan, pemeriksaan kelaikan setiap moda transportasi, pemberlakuan stimulus ekonomi melalui pemberian diskon tarif tiket pesawat, kapal laut, kereta api dan penyeberangan.

Baca Juga : 11 Orang Meninggal di Sulsel Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Selama Arus Mudik Lebaran

“Kemudian penyelenggaraan mudik gratis, pemberlakukan work from anywhere (WFA), kebijakan rekayasa lalu lintas, penyediaan armada tambahan, hingga pengaturan operasional kendaraan angkutan barang,” papar dia.

Kementerian Perhubungan juga melakukan operasi berbasis digital dalam pemantauan angkutan lebaran. Yakni melalui pelaporan simpul dan jaringan transportasi, surveillance pergerakan sarana, live streaming drone, pantauan kecelakaan, hingga pengaduan masyarakat.

“Pemantauan juga meliputi cuaca dan peringatan dini dari BMKG serta pantauan 7.159 CCTV bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, BUMN, dan swasta,” lanjut Menhub Dudy.

Baca Juga : Puncak Arus Balik, Polres Maros Imbau Pemudik Ambil Jalur Alternatif

Untuk memperlancar lalu lintas menuju pelabuhan penyeberangan, pemerintah telah menyiapkan skema buffer zone secara berlapis di pelabuhan Merak. Buffer zone jalan tol disiapkan dengan memanfaatkan rest area mulai dari KM 13, KM 43, hingga KM 63.

Buffer zone pelabuhan juga disediakan di kawasan Pelabuhan Merak, Indah Kiat, BBJ, dan Ciwandan, serta beberapa titik di jalan arteri sebagai langkah tambahan untuk menjaga kelancaran arus dan mencegah penumpukan kendaraan di titik pelabuhan.

Di samping itu, Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait menyiapkan 5 jalur penyeberangan dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera pada Angkutan Lebaran 2026, yang terdiri dari Merak – Bakauheni, Ciwandan – PT. Wijaya Karya Beton, Ciwandan – Bakauheni, BBJ Bojonegara – BBJ Muara Pilu, serta PT. Krakatau Bandar Samudera – Panjang sebagai contingency plan.

Baca Juga : Puncak Arus Balik Lebaran, Menhub Dudy Minta Pengusaha Angkutan 3 Sumbu Patuhi Aturan

Untuk lintas penyeberangan dari Pulau Jawa ke Bali dan NTB pada Angkutan Lebaran 2026, Kementerian Perhubungan bekerjasama dengan berbagai pihak terkait menyiapkan Jalur Penyeberangan, yaitu Ketapang – Gilimanuk dan Jangkar – Lembar.

“Kami juga melihat perlu dilakukan antisipasi terhadap potensi pembatasan operasional pelabuhan penyeberangan dari Pulau Jawa ke Bali karena Perayaan Nyepi dan Idul Fitri pada waktu yang berdekatan,” ungkap Menhub.

Komentar