Jumat, 31 Mei 2024 19:16

Pemprov Sulsel Evaluasi 8 Daerah Terkait Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan

Pemprov Sulsel Evaluasi 8 Daerah Terkait Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan

ABATANEWS, MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) menggelar Penilaian Kinerja 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan di Provinsi Sulsel Tahun 2024.

Plh Kepala Bappelitbangda Sulsel, Andi Bakti Haruni, mengatakan, pelaksnaaan kegiatan ini bertujuan untuk melaksanakan evaluasi kinerja pemerintah kabupaten/kota dalam melaksanakan 8 aksi konvergensi percepatan penurunan stunting dan sebagai bahan perbaikan untuk melaksanakan 8 aksi konvergensi di tahun-tahun yang akan datang.

“Inti dari kegiatan ini ada tiga. Pertama mengevaluasi kinerja, kedua kita ingin memastikan akuntabilitas apa yang dikerjakan bisa dipertanggungjawabkan, ketiga ingin mengapresiasi upaya yang dilakukan pemerintah kabupaten/kota,” kata Andi Bakti sekaligus Ketua Panitia Penilaian Kinerja 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting.

Baca Juga : Pj Gubernur Sulsel Zudan Tekankan Pentingnya Pembangunan Pendidikan dan Ekonomi Regional di Kota Parepare

Andi Bakti mengapresiasi beberapa inovasi yang dilakukan kabupaten/kota dalam penurunan stunting. Pihaknya juga berharap pemerintah kabupaten/kota memperhatikan pengelolaan data terkait 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting.

Adapun hasil evaluasi peniilaian kinerja 8 aksi konvergensi stunting akan disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri RI untuk dilakukan evaluasi lanjutan.

Pj Gubernur Sulsel, Prof Zudan Arif Fakrulloh yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan yang Juga Plt Kepala Dinas Sosial Sulsel, Abdul Malik Faisal, mengatakan, masih ada beberapa daerah di Sulsel yang mengalami kenaikan angka stunting dari tahun 2022 ke 2023 lalu.

Baca Juga : Pj Gubernur Bareng Danny Pomanto Tinjau Pasar Tradidional Jepang Idul Adha

“Kalau kita lihat datanya ada daerah yang naik dan turun. Kalau datanya yang naik, seperti Enrekang dan Tana Toraja. Sementara yang mengalami penurunan juga ada diantaranya Luwu Utara dan Gowa,” kata Malik Faisal.

Dari data yang ada, 11 kabupaten/kota mengalami peningkatan dan 13 kabupaten/kota mengalami penurunan. Penurunan tertinggi terdapat pada Kabupaten Luwu Utara (14,3%), Gowa (11,9%) , Bantaeng (6,3%). Peningkatan tertinggi pada Kabupaten Enrekang ( 8,5%), Barru (8%) dan Makassar (7,2%).

Prevalensi stunting di Sulsel masih berada di tingkat yang cukup tinggi. Data survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, prevalensi stunting di Sulsel sebesar 27.4 persen, mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya

Baca Juga : Pj Gubernur Sulsel Zudan Harap Festival Sulsel Menari Kembali Digelar Tahun Depan

“Pak Pj Gubernur menaruh perhatian penuh pada persoalan stunting ini. Target nasional 2025 untuk Sulsel itu 23,8 persen, kita optimistis tahun ini sudah turun di bawah 20 persen, memang harus kerja keras,” kata Malik Faisal.

Dalam kesempatan itu, Pj Gubernur menitipkan 4 hal yang perlu diperhatikan dalam percepatan penurunan stunting di Sulsel. Pertama, peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan, terutama ibu hamil, bayi dan balita.

Kedua, peningkatan gizi ibu hamil dan anak balita. Ketiga, peningkatan akses air bersih dan sanitasi. Dan terakhir, peningkatan pendidikan dan kesadaran masyarakat berupa edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya gizi dan kesehatan.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Dianugerahi Penghargaan Anubhawa Sasana Desa dari Menteri Hukum dan HAM

 

Penulis : Azwar
Komentar