ABATANEWS, MAKASSAR – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) Sulawesi Selatan menggelar Launching Gelombang Muda Makassar di Kantor DPW Gelora Sulsel, Ahad, 4 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta dari kalangan anak muda.
Launching ini menjadi ruang untuk memperkenalkan Gelombang Muda Makassar sebagai wadah yang mendorong anak muda untuk tidak hanya menjadi penonton dalam kehidupan sosial dan politik, tetapi turut mengambil peran dengan membawa gagasan serta kepentingannya sendiri.
Ketua Bidang Generasi Muda DPW Gelora Sulsel, Agung Wahyudi, menekankan pentingnya anak muda memiliki kesadaran politik dan kemampuan menyuarakan kepentingannya secara mandiri.
Baca Juga : Peletakan Batu Pertama Sekretariat AMPI Sulsel, Nurdin Halid Bantu Rp1 Miliar
Menurut Agung, anak muda memiliki posisi strategis dalam kehidupan bangsa. Namun, keterlibatan mereka dalam politik seharusnya tidak berhenti pada menjadi massa pendukung atau sekadar objek mobilisasi kepentingan politik.
“Anak muda jangan hanya menjadi objek kepentingan elit politik. Anak muda tidak boleh jadi objek. Anak muda harus punya kepentingan, gagasan, dan agenda sendiri yang dibawa ke dalam ruang politik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, politik pada dasarnya berkaitan dengan bagaimana kepentingan masyarakat dirumuskan dan diperjuangkan dalam proses pengambilan keputusan. Karena itu, anak muda perlu memahami persoalan yang mereka hadapi dan mampu mengartikulasikannya menjadi gagasan serta agenda publik.
Baca Juga : Kosgoro 1957 Sulsel Konsolidasi hingga Desa, Fokus Bangun UMKM dan Ekonomi Kerakyatan
Persoalan seperti lapangan kerja, pendidikan, ekonomi, perkembangan teknologi, lingkungan, ruang kreativitas, hingga peluang kewirausahaan dinilai perlu menjadi perhatian dalam keterlibatan generasi muda.
“Kalau anak muda tidak membawa kepentingannya sendiri, maka ada resiko kepentingan mereka hanya dibicarakan oleh orang lain. Kita ingin anak muda belajar menyampaikan gagasan, berdiskusi, berkolaborasi, dan mengambil peran,” lanjutnya.
Gelombang Muda Makassar kemudian diarahkan bukan semata sebagai ruang politik, tetapi juga sebagai ruang belajar, berdiskusi, berkolaborasi, dan berkarya. Hal tersebut sejalan dengan gagasan bahwa keterlibatan anak muda dalam kehidupan publik dapat dimulai dari persoalan-persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka.
Baca Juga : IAS Terpilih Aklamasi Pimpin DPD I Golkar Sulsel
Agung juga mengajak peserta untuk tidak menunggu memiliki jabatan atau posisi tertentu untuk mulai memberikan kontribusi.
“Kita tidak perlu menunggu jadi pejabat untuk berkontribusi. Jangan menunggu menjadi orang besar untuk buat karya. Mulai saja dari apa yang kita punya, dari apa yang kita bisa, dan dari persoalan yang ada di sekitar kita,” katanya.
Kegiatan launching tersebut menjadi langkah awal untuk membangun ruang interaksi dan kolaborasi anak muda di Makassar. Ke depan, kata Agung, Gelombang Muda Makassar diharapkan dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kapasitas sekaligus menyuarakan gagasan dan kepentingannya di ruang publik.
Baca Juga : Nurdin Halid Apresiasi Musda XI Golkar Sulsel: Ini Proses Demokrasi yang Beradab
“Anak muda bukan sekadar penonton perubahan. Mereka harus menjadi bagian dari orang-orang yang menentukan arah perubahan itu sendiri,” pungkasnya.