ABATANEWS, MAROS — Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) RI melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Maros, Selasa, 12 Agustus 2025.
Selain berkunjung ke Kawasan Wisata Rammang rammang, rombongan komisi IV yang dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto ini juga melakukan Panen Raya di Kelurahan Raya, Kabupaten Maros.
Usai panen raya, juga langsung dilakukan Tudang Sipulung yang menghadirkan sejumlah kelompok tani.
Baca Juga : Asa Tiga Besar: Kabupaten Maros Lepas 352 Atlet Menuju arena Porprov Sulsel XVIII 2026
Mereka pun menyampaikan berbagai keluhan dan harapan.
Ketua Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Turikale, Muhammad Yasir mengatakan saat ini di wilayahnya untuk masa tanam tiga kali (MT3) mengalami peningkatan.
“Saat ini ada peningkatan, ada 500 hektare masa tanam tiga kali untuk di wilayah kami,” katanya.
Baca Juga : Chaidir Syam Buka Maros Creative Festival 2026, Dorong Kreativitas Anak Muda dan UMKM
Dia juga berharap agar benih bantuan yang disalurkan bisa dilakukan tepat waktu.
“Supaya kita juga bisa menanam tepat waktu,” sebutnya.
Dia juga meminta bantuan pompanisasi untuk memperlancar pengairan.
Baca Juga : Wabup Maros Tekankan Penyertaan Modal PDAM Harus Berdampak pada Pelayanan
“Semoga pestisida juga mendapat subsidi serta bantuan traktor roda empat,” katanya.
Keluhan lain juga serupa disampaikan Ketua KTNA Taroada, Baso Hasan.
Dia mengakui kalau kelompok taninya kekurangan traktor roda empat dan membutuhkan sumur dalam untuk lahan tadah hujan.
Baca Juga : Kekeringan Landa 12 Kecamatan di Maros, BPBD Distribusikan 150 Ribu Liter Air per Hari
“Lokasi kami kebetulan itu sawah tadah hujan. Jadi sangat membutuhkan sumur dalam untuk mengairi areal persawahan kami yang bisa mengcover sekitar 40 hekater,” sebutnya.
Dia juga berharap kemasan pupuk diperkecil dari 50 kg menjadi 25 kg agar lebih mudah diangkut dan dibagi.
Menanggapi hal itu, Titiek Soeharto pun langsung merespon baik permintaan para kelompok tani itu.
Baca Juga : Sejumlah OPD Lampaui Target, PAD Kabupaten Maros Tembus Rp285,5 Miliar
“Kami sudah catat semua, mulai dari kebutuhan combine, traktor, pompa, hingga sumur dalam. Insya Allah traktor akan sampai minggu depan dan mesin Combine bulan depan,” jelasnya.
Dia berpesan agar bantuan itu bisa digunakan secara bergantian dengan anggota kelompoknya.
Titiek juga meminta Dirjen terkait untuk menindaklanjuti persoalan pupuk agar menjadi masukan bagi Pupuk Indonesia.
Baca Juga : Chaidir Syam Ikuti Lomba Masak di Sulsel Expo & Culinary 2026
Dia juga menyebut Sulsel merupakan salah satu lumbung padi Nasional dan menjadi sentra produksi beras di Indonesia.
“Maros juga menjadi salah satu penghasil lumbung padi. Kita semua harus mempertahankan hal ini,” sebutnya.
Dia mengatakan, hasil panen di wilayah ini bisa mencapai 9 ton per hektare dan panen bisa dilakukan hingga tiga kali setahun.
Baca Juga : Chaidir Syam Imbau Siswa SMPN 1 Maros Gunakan Masker di Tengah Kabut Asap
Sedangkan, Direktorat Jendral Tanaman Pangan, Yudi Sastro mengaku pihaknya akan meminta dinas terkait mengajukan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) untuk program bantuan.
Dia juga menyebut nilai bantuan yang akan disalurkan mencapai sekitar Rp1 miliar.
“Kalau Combine harganya sekitar setengah miliar, sementara traktor sekitar Rp350 juta per unit untuk tiga kelompok tani,” sebutnya.
Baca Juga : Pemkab Maros Siapkan Pilkades Serentak di 64 Desa, Pemungutan Suara Dijadwalkan April 2027
Bupati Maros, AS Chaidir Syam mengapresiasi kunjungan kerja komisi IV ke Kabupaten Maros.