Rabu, 13 Agustus 2025

Panen Raya di Maros, Ketua Komisi IV DPR RI Pastikan Bantuan Akan Segera Dikirim

Panen Raya di Maros, Ketua Komisi IV DPR RI Pastikan Bantuan Akan Segera Dikirim

ABATANEWS, MAROS — Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) RI melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Maros, Selasa, 12 Agustus 2025.

Selain berkunjung ke Kawasan Wisata Rammang rammang, rombongan komisi IV yang dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto ini juga melakukan Panen Raya di Kelurahan Raya, Kabupaten Maros.

Usai panen raya, juga langsung dilakukan Tudang Sipulung yang menghadirkan sejumlah kelompok tani.

Baca Juga : 396 Guru PPPK Paruh Waktu di Maros Berpeluang Jadi Penuh Waktu Tanpa Seleksi

Mereka pun menyampaikan berbagai keluhan dan harapan.

Ketua Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Turikale, Muhammad Yasir mengatakan saat ini di wilayahnya untuk masa tanam tiga kali (MT3) mengalami peningkatan.

“Saat ini ada peningkatan, ada 500 hektare masa tanam tiga kali untuk di wilayah kami,” katanya.

Baca Juga : Bupati Maros Bawa Keluarga Vallen ke DPR, Minta Negara Kawal Kasus di Armenia Agustus 20, 2026

Dia juga berharap agar benih bantuan yang disalurkan bisa dilakukan tepat waktu.

“Supaya kita juga bisa menanam tepat waktu,” sebutnya.

Dia juga meminta bantuan pompanisasi untuk memperlancar pengairan.

Baca Juga : 204 Warga Binaan di Maros Dapat Remisi HUT RI, 2 Orang Langsung Bebas

“Semoga pestisida juga mendapat subsidi serta bantuan traktor roda empat,” katanya.

Keluhan lain juga serupa disampaikan Ketua KTNA Taroada, Baso Hasan.

Dia mengakui kalau kelompok taninya kekurangan traktor roda empat dan membutuhkan sumur dalam untuk lahan tadah hujan.

Baca Juga : HUT ke-81 RI, Bupati Maros Singgung Soal Angka Pengangguran dan Kemiskinan

“Lokasi kami kebetulan itu sawah tadah hujan. Jadi sangat membutuhkan sumur dalam untuk mengairi areal persawahan kami yang bisa mengcover sekitar 40 hekater,” sebutnya.

Dia juga berharap kemasan pupuk diperkecil dari 50 kg menjadi 25 kg agar lebih mudah diangkut dan dibagi.

Menanggapi hal itu, Titiek Soeharto pun langsung merespon baik permintaan para kelompok tani itu.

Baca Juga : 600 Pelari Ramaikan Camba Run 2026, Peserta Datang dari Papua hingga Kendari

“Kami sudah catat semua, mulai dari kebutuhan combine, traktor, pompa, hingga sumur dalam. Insya Allah traktor akan sampai minggu depan dan mesin Combine bulan depan,” jelasnya.

Dia berpesan agar bantuan itu bisa digunakan secara bergantian dengan anggota kelompoknya.

Titiek juga meminta Dirjen terkait untuk menindaklanjuti persoalan pupuk agar menjadi masukan bagi Pupuk Indonesia.

Baca Juga : DPRD Maros Sepakati APBD Perubahan dan KUA-PPAS 2027

Dia juga menyebut Sulsel merupakan salah satu lumbung padi Nasional dan menjadi sentra produksi beras di Indonesia.

“Maros juga menjadi salah satu penghasil lumbung padi. Kita semua harus mempertahankan hal ini,” sebutnya.

Dia mengatakan, hasil panen di wilayah ini bisa mencapai 9 ton per hektare dan panen bisa dilakukan hingga tiga kali setahun.

Baca Juga : Pemkab Maros Siapkan Rp600 Juta untuk Distribusi Air Bersih, 6.738 KK Terdampak Kekeringan

Sedangkan, Direktorat Jendral Tanaman Pangan, Yudi Sastro mengaku pihaknya akan meminta dinas terkait mengajukan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) untuk program bantuan.

Dia juga menyebut nilai bantuan yang akan disalurkan mencapai sekitar Rp1 miliar.

“Kalau Combine harganya sekitar setengah miliar, sementara traktor sekitar Rp350 juta per unit untuk tiga kelompok tani,” sebutnya.

Baca Juga : Maros Raih Juara I Pengelolaan Keuangan Daerah Rendah di Sulsel

Bupati Maros, AS Chaidir Syam mengapresiasi kunjungan kerja komisi IV ke Kabupaten Maros.

Penulis : Wahyuddin
Komentar