Sabtu, 23 Juli 2022 09:18

NSF Dukung Makassar Kembangkan Sistem AI Urban Farming di Lorong Wisata

Hal ini terungkap dalam pertemuan akademisi dan ilmuwan lintas universitas yang bernaung di NSF dengan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (22/7/2022). (foto: Pemkot Makassar)
Hal ini terungkap dalam pertemuan akademisi dan ilmuwan lintas universitas yang bernaung di NSF dengan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (22/7/2022). (foto: Pemkot Makassar)

ABATANEWS – National Science Foundation dan Department of State Amerika Sertikat mendukung pengembangan pertanian kota di Lorong Wisata yang digagas Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto.

Hal ini terungkap dalam pertemuan akademisi dan ilmuwan lintas universitas yang bernaung di NSF dengan Danny Pomanto di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (22/7/2022) waktu setempat.

Perwakilan NSF, Wangda Zuo tengah membangun sistem pemenuhan kebutuhan pangan berkelanjutan Smart City Farming berbasis Artificial Intelligence (AI) melalui proyek Modernizing Cities via Garden Alleys with Application in Makassar City.

Baca Juga : Arwin Azis Tekankan Profesionalisme dan Integritas kepada 1.877 Pengawas TPS se-Makassar

“Dengan Machine Learning dan sistem Artificial Intelligence memudahkan kontrol pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, baik dari aspek ketersediaan maupun kontrol kualitas,” ujar akademisi Pennsyilvania University ini dalam keterangannya diterima di Makassar, Sabtu (23/7/2022).

Sistem Sombere’ and Smart City yang telah terbangun di Makassar, kata Wangda Zuo, memudahkan pengembangan proyek ini. Sebab sistem AI yang tengah dikembangkannya membutuhkan data secara real time.

NSF pihaknya telah melakukan penelitian dan survei di Makassar terkait pertanian perkotaan yang telah diterapkan di lorong sejak 2020 lalu.

Baca Juga : Jaga Keamanan Logistik Pilkada, Pemkot Makassar Siapkan Armada dan Apar

Hasilnya, dia mengaku terkesima dengan program Lorong Garden yang tetap dijalankan warga meskipun Danny Pomanto sempat beberapa tahun tidak menjabat wali kota.

“Hasil di lapangan menunjukkan antusiasme warga yang besar, utamanya di daerah padat pemukiman untuk terlibat dalam Lorong Garden. Kita melakukan survei dibantu partner dari beberapa universitas di Indonesia,” terang Wangda Zou.

Ada beberapa hal yang menjadi dampak positif dari Lorong Garden, pemenuhan kebutuhan pangan, pemberdayaan ekonomi serta peningkatan kualitas lingkungan. Lebih dari pada itu, mampu menciptakan solidaritas yang kuat dan mitigasi sosial.

Baca Juga : Andi Arwin Azis Akhiri Masa Jabatan sebagai Pjs Wali Kota Makassar dengan Senam Bersama dan Apel

“Karena program Kota Makassar mencakup banyak aspek termasuk sosial kemasyarakatan, sedangkan rata-rata kami dari bidang teknik. Sepertinya kami butuh ahli ilmu sosial dan humaniora di tim kami,” tukasnya

Sementara itu, Danny Pomanto menyebut Lorong Garden yang telah diteliti oleh NSF akan disempurnakan menjadi Lorong Wisata untuk memaksimalkan dampak positif bagi warga.

“Hasil yang ingin kita capai yakni ketahanan masyarakat yang berkelanjutan baik dari aspek ekonomi maupun sosial. Lorong Wisata menjawab hal itu, maka untuk melengkapinya butuh teknologi terbarukan,” papar Danny Pomanto.

Baca Juga : Andi Arwin Azis Tegaskan Penyusunan RAPBD 2025 Telah Berpedoman Pada UU

Baik Danny maupun NSF sama-sama berharap kerja sama dapat berlanjut ke tingkat yang lebih dalam. Diketahui, Makassar dilirik pemerintah Amerika Serikat sebab keseriusannya dalam mengembangkan Kota Cerdas.

Penulis : Wahyuddin
Komentar