Rabu, 18 Mei 2022 08:20

Mengabdi 14 Tahun, Perjuangan Disabilitas Netra Terima SK PPPK dari ASS

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyerahkan SK dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ke 1669 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Pemprov Sulsel tahap pertama. (foto: Pemprov Sulsel)
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyerahkan SK dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ke 1669 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Pemprov Sulsel tahap pertama. (foto: Pemprov Sulsel)

ABATANEWS, MAKASSAR – Sebanyak 1669 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Pemprov Sulsel tahap pertama, menerima Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Penyerahan SK diserahkan langsung Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (17/5/2022).

Salah satu peserta PPPK yang menerima SK bernama Asryanti merupakan guru di SMA Negeri 2 Luwu Timur dan peserta disabilitas sensorik atau kebutaan.

Baca Juga : 1 Juta Formasi CASN 2022: 8 Ribu untuk CPNS Sekolah Kedinasan, Selebihnya PPPK

Ditemui di kediaman keluarganya di BTN Hamzy Makassar, Asrianty menceritakan pengalamannya menjalani aktivitas kesehariannya mengajar di sekolah dengan kondisi indera pengelihatannya yang kurang maksimal.

Bahkan, Asryanti mengaku kondisinya itu tidak menjadi penghalang baginya untuk memberikan pendidikan kepada para siswa yang dapat menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas.

“Alhamdulillah sejauh ini tidak ada kendala. Saya mengabdikan diri di sekolah itu (SMA Negeri 2 Luwu Timur) sejak Januari 2009 sampai sekarang. Kepala sekolah, teman-teman guru lainnya juga cukup memberikan dukungan ke saya untuk bisa mengajar,” ucapnya.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Kirim Sepeda dan Tim Tinjau Jalan Anak Sekolah yang Viral Bawa Parang

Asrianty yang telah mengabdi selama 14 tahun tersebut juga mengaku, meskipun tidak ada sarana dan prasarana khusus yang digunakan untuk mengajar, dirinya memiliki pola sendiri dalam memberikan pelajaran kepada siswa.

“Terkadang saya kirim file dibantu keponakan kirim ke gadget siswa. Dari situ kalau ada yang kurang jelas dipertanyakan atau saya jelaskan juga melalui papan tulis, yang bisa di tulis saya tulis, kecuali yang berupa gambar. Kalau berupa gambar, itu mi gambar yang ada di gadget itu. Karena untuk menggambarnya setengah mati,” ungkapnya.

Pola lain yang diterapkannya, kata Asrianty, jika ada siswa yang memiliki kepandaian yang menonjol maka siswa tersebutlah akan membantunya menjadi tutor untuk menyampaikan pelajaran.

Baca Juga : ASS Beri Sepeda untuk 2 Saudara yang Jalan Kaki 7 KM ke Sekolah

Asryanti juga mengungkapkan, di tahun 2010 lalu dirinya pernah mendaftar sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) namun gagal.

“Saya pernah mendaftar CPNS di tahun 2010. Karena tidak bisa kerja soal, jadi lembaran jawaban saya kosong,” ungkapnya.

Meski begitu, untuk pendaftaran PPPK jalur umum yang diikutinya ini, menjadi jalan rejeki baginya.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Serahkan Rp800 Juta Bantuan Tanggap Darurat ke Pemkab Maros

Menurutnya, saat menjalani tes dirinya cukup terbantukan karena panitia yang menjadi pengawas ujian membantunya membacakan soal yang tertera di komputer.

Sehingga, saat ini dirinya menjadi salah satu yang berhasil menjadi tenaga PPPK. “Dan Alhamdulillah hari ini saya sangat gembira karena bisa menerima SK sebagai PPPK melalui jalur umum,” ujar wanita kelahiran Wotu, Luwu Timur, 1 Januari 1982 tersebut.

Penulis : Imam Adzka
Komentar