Minggu, 06 September 2026

Maulid di Sanrobone, Bupati Takalar Ajak Lestarikan Budaya Setempat

Maulid di Sanrobone, Bupati Takalar Ajak Lestarikan Budaya Setempat

ABATANEWS, TAKALAR — Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, mendorong keluarga besar dan masyarakat Sanrobone untuk terus memperkuat serta melestarikan nilai sejarah, budaya, dan adat istiadat Kerajaan Sanrobone sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.

Hal tersebut disampaikan Bupati Daeng Manye saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan pemberian gelar kebangsawanan di Baruga Karaeng Karunrung, Batupute, Dusun Lau, Desa Sanrobone, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, Ahad (6/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Daeng Manye hadir bersama Ketua TP PKK Kabupaten Takalar, Dewi Sri Ekowati Firdaus, serta Camat Sanrobone, Irham L. Kehadiran orang nomor satu di Takalar itu menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pelestarian sejarah dan kebudayaan lokal.

Baca Juga : TP PKK dan PMI Takalar Salurkan Bantuan Air Bersih ke Warga

Dalam sambutannya, Daeng Manye menyampaikan bahwa Sanrobone memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah Kabupaten Takalar. Keberadaan Benteng Sanrobone, menurutnya, menjadi salah satu bukti kejayaan Kerajaan Sanrobone pada masa lalu.

“Kerajaan Sanrobone adalah kerajaan yang besar, yang punya nilai historis, punya nilai sejarah, dan punya nilai strategis,” ujar Daeng Manye.

Ia menegaskan, upaya melestarikan sejarah dan budaya harus terus dilakukan melalui berbagai kegiatan adat dan kebudayaan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Sebagai bagian dari keluarga dan masyarakat Sanrobone, Daeng Manye mengaku memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga dan merawat warisan para leluhur.

Baca Juga : Akhir Pekan, Bupati Takalar Turun Distribusikan Bantuan Air Bersih ke Warga

“Ini menjadi perhatian saya karena selaku anggota dan keluarga dari Kerajaan dan masyarakat Sanrobone, saya merasa punya tanggung jawab moral,” ungkapnya.

Hidupkan Kembali Tradisi A’dapu Minyak

Dalam kesempatan tersebut, Daeng Manye juga mencontohkan upaya pelestarian budaya melalui pengaktifan kembali tradisi A’dapu Minyak yang digelar setiap tanggal 18.

Baca Juga : HUT RI ke-81, Bupati Takalar Ajak Seluruh Masyarakat Jaga Persatuan, Hingga Perkuat Semangat Gotong Royong

Menurutnya, tradisi tersebut pada masa lalu menjadi wadah bagi masyarakat untuk berkumpul, bersyukur, sekaligus mempererat hubungan dan kebersamaan antarsesama warga.

“Saya mengaktifkan kembali A’dapu Minyak. Setiap tanggal 18 dirangkaikan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya.

Komentar