ABATANEWS, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar yang dipimpin Munafri Arifuddin terus memperkuat komitmen dalam melindungi kesehatan masyarakat di Kota Daeng.
Salah satu langkah strategi tersebut diwujudkan melalui penguatan sinergi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar guna memastikan obat dan makanan yang beredar di tengah masyarakat aman, berkualitas, dan layak dikonsumsi.
Komitmen tersebut mengemuka saat Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima audiensi BBPOM Makassar di Ruang Wali Kota, Kamis (8/1/2026).
Baca Juga : Resmikan AMP di KIMA, Munafri: Proyek Infrastruktur Makassar Tetap Lewat Lelang Terbuka
Pada kesempatan itu, Wali Kota Makassar didampingi Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, bersama jajaran terkait di lingkup Pemerintah Kota Makassar.
Pertemuan ini menjadi momentum penyatuan langkah-langkah antara pemerintah daerah dan otoritas pengawasan obat dan makanan dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan masyarakat, mulai dari keamanan pangan, penggunaan obat yang rasional, hingga peningkatan daya saing produk UMKM lokal.
Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar, Yosef Dwi Irwan Prakasa Setiawan, menyampaikan pertemuan ini bagian dari silaturahmi sekaligus penguatan koordinasi antara Pemerintah Kota Makassar, dan BBPOM Makassar dalam upaya meningkatkan pengawasan obat dan makanan, serta menjamin keamanan, mutu, dan perlindungan masyarakat kesehatan.
Baca Juga : Pemkot Makassar–KKP Perkuat Kolaborasi Kembangkan Hilirisasi Produk Perikanan
“Ini silaturahmi, juga menjajaki komitmen dalam hal pengawasan obat dan makanan di Kota Makassar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bahwa pengawasan obat dan makanan merupakan isu yang sangat penting dan strategis karena berkaitan langsung dengan kesehatan, stabilitas ekonomi masyarakat, serta kualitas hidup warga.
“Ketika kita berbicara tentang obat dan makanan, ini sangat penting dan strategis, karena menyangkut kesehatan, ekonomi, dan aspek kehidupan lainnya,” ujarnya.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Instruksikan Jajaran Siaga 24 Jam Hadapi Potensi Banjir
Lanjut dia, untuk memastikan obat dan makanan yang aman, bermutu, dan berkhasiat, tentu BBPOM tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan peran serta semua pihak, terutama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.
Yosef menjelaskan, BBPOM memiliki sejumlah program yang dapat disinergikan dengan Pemerintah Kota Makassar, khususnya dalam peningkatan keamanan pangan.
Program tersebut antara lain intervensi di sekolah, keluarga, hingga pasar komunitas. Kota Makassar sendiri pernah menjadi lokasi intervensi program keamanan pangan pada tahun 2020.
Baca Juga : Munafri Tekankan Kolaborasi Pemkot–Akademisi, Perkuat Ketahanan Pangan dan UMKM
“Fokus kami adalah bagaimana membangun kesadaran terkait keamanan pangan sejak dini, mulai dari anak-anak, keluarga, hingga masyarakat luas. Program pangan aman ini bertujuan untuk memberikan standar keamanan pangan di semua lini,” jelasnya.
Beliau juga menyampaikan penghargaan kepada Dinas Kesehatan Kota Makassar yang selama ini menjadi mitra strategis BBPOM dalam berbagai program pengawasan dan edukasi.
Kolaborasi yang dinilai telah memberikan dampak positif bagi peningkatan kesadaran masyarakat terhadap obat dan makanan yang aman.
Baca Juga : HUT ASITA ke-55, Aliyah Mustika Ilham Tegaskan Pemkot Makassar Komitmen Kembangkan Pariwisata
Dalam audiensi tersebut, Yosef ikut menekankan persoalan resistensi antimikroba (Antimicrobial Resistance/AMR) yang menjadi tantangan global.
Ia mengapresiasi langkah strategis Wali Kota Makassar, melalui publikasi Surat Edaran (SE) tentang rasionalitas penggunaan antibiotik.
Menurut Yosef, penggunaan antibiotik yang tidak tepat, seperti menghentikan konsumsi sebelum dosis habis, dapat menyebabkan bakteri menjadi kebal.
Baca Juga : Stadion Baru, Karebosi, hingga Sekolah Percontohan Jadi Proyek Strategis Makassar 2026
Dampaknya sangat berbahaya, mulai dari perawatan yang lebih lama di rumah sakit, peningkatan biaya kesehatan, hingga risiko kematian akibat infeksi berat seperti sepsis yang belum dapat diobati.
“Oleh karena itu, kami berharap melalui Surat Edaran ini, Pemerintah Kota Makassar dapat membantu mengedukasi masyarakat terkait penggunaan antibiotik yang benar,” tegasnya.
Selain itu, BBPOM juga mendorong hadirnya seluruh sarana pelayanan kefarmasian agar tidak menyerahkan antibiotik tanpa resep dokter.
Baca Juga : 136 Ribu KTP-el dan 131 Ribu KK Dicetak, Ini Capaian Pelayanan Disdukcapil Makassar 2025
Yosef menambahkan, penggunaan antibiotik yang berlebihan pada hewan ternak juga perlu dikhawatirkan karena residunya dapat berpindah ke manusia melalui konsumsi daging.
Pada sektor ekonomi, BBPOM Makassar menyatakan kesiapan mendukung program unggulan Pemerintah Kota Makassar, khususnya dalam pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Saat ini, jumlah pelaku usaha di Kota Makassar yang memiliki izin edar BPOM masih tergolong rendah, yakni di bawah 50 pelaku usaha.
Baca Juga : Wali Kota Munafri Serahkan Langsung Bantuan Pemkot Untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatra
“Kami ingin mendorong UMKM untuk memiliki izin edar. Bukan hanya untuk memenuhi regulasi, tetapi juga meningkatkan branding, kepercayaan konsumen, dan nilai jual produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” terangnya.
BBPOM Makassar menyediakan berbagai program insentif bagi UMKM, mulai dari pendampingan perizinan, pengujian produk gratis, hingga keringanan biaya PNBP yang berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp250 ribu setelah diskon.
Selain itu, BBPOM juga siap mendukung aspek keamanan pangan dalam program makan gratis agar memenuhi standar kesehatan.
Baca Juga : BPBD Makassar Evakuasi 13 Warga Terjebak di Sungai Jeneberang
Pelatihan dan pengawasan akan dilakukan secara intensif guna mencegah terjadinya kasus keracunan pangan.
“Kami siap diberdayakan, kami tidak ingin hanya menjadi pelengkap. Melalui program Starlink (Sertifikasi Layanan Keliling),” tuturnya.
“Kami juga melakukan pengujian sampel makanan langsung di lapangan untuk memastikan produk UMKM di Makassar aman, berkualitas, dan layak dikonsumsi,” lanjut Yosef.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Turun ke Lokasi PLTSa, Fasilitasi Dialog PT SUS dan Masyarakat
Sedangkan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menuturkan pentingnya kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar dalam menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Menurut Munafri, dukungan dari berbagai pihak, khususnya BBPOM, menjadi faktor kunci agar program-program pemerintah dapat berjalan optimal.
Ia menekankan bahwa sinergi yang kuat antar-OPD dan mitra strategis merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Turun ke Lokasi PLTSa, Fasilitasi Dialog PT SUS dan Masyarakat
“Kami memang membutuhkan banyak dukungan, semua bergantung pada bagaimana kolaborasi di tingkat OPD. Pada prinsipnya, sinergi ini sudah berjalan dengan baik dan ke depan harus terus diperkuat,” ujar Munafri.
Salah satu fokus utama Pemerintah Kota Makassar, lanjut Munafri, adalah memastikan seluruh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di sektor kuliner, memiliki sertifikat laik sanitasi dan higienitas.
Kebijakan ini dinilai penting tidak hanya untuk menjamin kesehatan masyarakat, tetapi juga untuk meningkatkan daya saing sektor pariwisata Kota Makassar.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Turun ke Lokasi PLTSa, Fasilitasi Dialog PT SUS dan Masyarakat
“Saya selalu menegaskan kepada seluruh UMKM, terutama yang bergerak di bidang pangan, wajib memiliki sertifikat laik sanitasi dan higienitas. Ini menjadi syarat mutlak,” tegasnya.
Selain aspek sanitasi makanan, Munafri juga menyoroti persoalan fasilitas toilet di rumah makan dan tempat usaha kuliner. Ia menegaskan tidak boleh lagi ada rumah makan dengan fasilitas toilet yang tidak memenuhi standar.
“Masalah toilet ini tidak bisa dianggap sepele. Pertama membahayakan estetika dan kesehatan, kedua berkaitan dengan citra kota,” kata Appi.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Turun ke Lokasi PLTSa, Fasilitasi Dialog PT SUS dan Masyarakat
“Di era digital, satu atau dua tempat dengan toilet yang tidak layak lalu terekspos ke publik bisa merusak citra Makassar secara keseluruhan. Itu yang tidak kami inginkan,” sambung Ketua Golkar Makassar itu.
Munafri berharap BBPOM dapat berperan aktif dalam mendukung proses sertifikasi higienitas dan sanitasi, termasuk melalui pendampingan dan pengawasan yang berkelanjutan bagi pelaku usaha.
Selain itu, Wali Kota Makassar juga menekankan pentingnya sosialisasi penggunaan obat yang rasional, khususnya antibiotik.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Turun ke Lokasi PLTSa, Fasilitasi Dialog PT SUS dan Masyarakat
Ia menilai, kebiasaan masyarakat yang mudah mengonsumsi obat, termasuk antibiotik, tanpa indikasi medis yang jelas dapat menimbulkan dampak jangka panjang yang berbahaya.
Appi menegaskan, Pemerintah Kota Makassar berharap BBPOM benar-benar menjadi bagian dari upaya pencegahan terhadap perlindungan obat di masyarakat melalui edukasi dan pengawasan yang intensif.
“Kami berharap BBPOM bisa benar-benar bersama kita untuk mencegah hal-hal ini. Bahkan saya sendiri, jika sakit, jarang sekali mengonsumsi obat,” tutupnya.