ABATANEWS.COM – Jumlah korban tabrakan kereta yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam bertambah.
Hingga siang ini, Selasa (28/4/2026), PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat total korban meninggal telah mencapai 14 jiwa.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin menyampaikan jumlah korban meninggal tersebut berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB.
Baca Juga : Dari Januari Hingga Oktober 2025, KAI Amankan Barang Tertinggal Penumpang Senilai Rp 12,8 M
Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.
“Sementara 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan,” jelas Bibby dalam keterangannya.
Diketahui, tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada Senin malam. Dari rekaman video yang beredar di meedia sosial, tampak situasi stasiun mencekam dan dipenuhi penumpang.
Baca Juga : Ada Diskon Listrik Hingga Bansos Akan Hadir Mulai Juni 2025
Beberapa penumpang tampak tergeletak lemas dan terduduk di peron dalam kondisi syok setelah benturan keras terjadi.
Sejumlah orang juga terlihat mengalami luka di bagian kepala dan berusaha melakukan pertolongan pertama secara mandiri.
Kondisi rangkaian KRL yang tertabrak masih tertahan di sisi peron dengan pintu terbuka, namun seluruh lampu di dalam gerbong sudah padam total.
Baca Juga : Pelecehan Wanita di Stasiun Tanah Abang, KAI Kantongi Identitas Pelaku
Dalam potongan video lainnya, terlihat kerusakan parah pada salah satu rangkaian KRL Commuter Line setelah dihantam KA Jarak Jauh.
Di dalam gerbong yang gelap gulita, kepanikan pecah saat sejumlah penumpang masih terjebak di dalamnya.
Diduga, kecelakaan tersebut bermula dari tabrakan antara Mobil Taksi Listrik dengan KRL Commuter Line. Kereta tersebut dari arah Cikarang menuju Jakarta melintas dan menabrak Taksi Listrik.
Benturan yang terjadi menyebabkan taksi listrik terseret hingga sekitar 100 meter. Akibat kecelakaan ini, berimbas pada jadwal perjalanan kereta.