Senin, 27 April 2026

Jemaah Haji Asal Kabupaten Gowa Meninggal di Madinah

Ketua Kloter 5 Embarkasi Makassar, Sadli usai pemakaman almarhumah Nursidah Sinrang Sijarra. (Foto: Istimewa)
Ketua Kloter 5 Embarkasi Makassar, Sadli usai pemakaman almarhumah Nursidah Sinrang Sijarra. (Foto: Istimewa)

ABATANEWS, MADINAH – Seorang jemaah calon haji (JCH) Indonesia asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) dilaporkan meninggal dunia di Madinah, Arab Saudi. Adalah Nursidah Sinrang (59), menghembuskan nafas terakhir di Madinah, pada Sabtu sore, 26 April 2026 pukul 16.40 Waktu Arab Saudi (WAS).

Kasubag Humas dan Koordinator Media Centre Haji PPIH Embarkasi Makassar, Mawardi Siradj mengatakan Nursidah Sinrang tergabung dalam Kloter 5 Embarkasi Makassar. Almarhum wafat setelah menjalani perawatan intensif akibat septic shock (syok sepsis).

Berdasarkan sertifikat kematian resmi dari otoritas kesehatan, kondisi kritis ini dipicu oleh sepsis dan pneumonia. Serta diperberat oleh riwayat Diabetes Melitus Tipe 2 yang diderita almarhumah.

Baca Juga : Kemenhaj RI Perketat Aturan, KBIHU dan Jemaah Haji Dilarang City Tour Sebelum Fase Armuzna

“Almarhumah tiba di Madinah bersama kloter pada 25 April 2026, dan langsung mendapat penanganan medis karena kondisinya yang menurun,” ujar Mawardi Siradj, Senin (27/4/2026).

Nursidah Sinrang dirawat di RS Al Haram Madinah, Arab Saudi. Namun setelah sehari mendapat perawatan, almarhumah menghembuskan nafas terakhir.

“Informasi dari Ketua Kloter 5 UPG, almarhumah sempat disholatkan di Raudhah Masjid Nabawi ba’da Subuh tadi. Itu adalah tempat yang sangat istimewa. Pemakaman kemudian dilanjutkan sekitar pukul 05.30 WAS, dan saat ini prosesi masih berlangsung di Baqi,” jelasnya.

Baca Juga : Penyerahan SK Redistribusi PPPK, 66 ASN Kemenag Sulsel Terima Penugasan Baru

Adapun berdasarkan dokumen Certificate of Death yang dikeluarkan oleh dokter penanggung jawab, Milau Halim, mencatat rantai penyebab kematian Septic Shock sebagai penyebab langsung.

Penyakit ini dipicu oleh Sepsis dan Pneumonia (infeksi paru), serta diperparah kondisi komorbid Diabetes Melitus Tipe 2.

“Kami mengimbau seluruh jemaah, khususnya yang memiliki penyakit penyerta, untuk tidak memaksakan diri beribadah dan segera melapor ke petugas kesehatan jika mengalami gejala infeksi sekecil apa pun,” imbuh Mawardi.

Penulis : Wahyuddin
Komentar