Kamis, 24 November 2022 09:14

Hingga November 2022, PAD Makassar Telah Capai Rp1,01 Triliun

Ilustrasi Pendapat Asli Daerah (PAD)
Ilustrasi Pendapat Asli Daerah (PAD)

ABATANEWS, MAKASSAR – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Makassar telah merealisasikan pemasukan sebesar Rp1,01 triliun. Pendapatan Asli Daerah (PAD) tersebut bersumber dari penerimaan pajak dan retribusi yang dikelola Bapenda Makassar.

Kepala Bapenda Makassar Firman Pagarra mengatakan, capaian tersebut setara dengan sekitar 76 persen. Sementara target PAD untuk tahun 2022 ini, sebesar Rp1,3 Triliun.

“Alhamdulillah, realisasi sudah menembus Rp 1 Triliun lebih per Selasa 15 November 2022,” ujar Firman Pagarra beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Kagumi Program Bappeda Corner, Bupati Jombang Boyong 6 OPD Studi Komparasi

Sumber pajak yang memberi kontribusi banyak terhadap PAD antara lain Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Kemudian pungutan atas perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), dan pajak hotel.

“Kami optimis Bapenda Makassar mampu meraih target dalam waktu sekitar satu setengah bulan lagi sebelum tahun 2022 berakhir,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pajak 1 dan Retribusi Daerah Bapenda Makassar, Harryman mengatakan, bidangnya tengah mengejar target sekitar Rp30 miliar saat ini. Bidang Pajak 1 menangani pajak restoran dan reklame.

Baca Juga : Sukses Naikkan PAD, Lurah dan Camat Diberangkatkan Bapenda Makassar Kunker di Bali

“Realisasi pajak restoran mencapai Rp185 miliar. Untuk restoran realisasi sudah 90 persen lebih dari target Rp205 miliar,” kata Harryman.

Di sektor reklame, Bapenda membukukan capaian 75 persen. Tepatnya, Rp46 miliar dari target Rp60 miliar sejauh ini. Realisasi ini lebih tinggi dibanding periode yang sama pada 2021 lalu. Pendapatan restoran meningkat Rp57 miliar dan Rp9 miliar untuk reklame.

Saat ini, ia mengerahkan seluruh personelnya untuk mengejar target pajak restoran dan reklame. “Semua tim turun lapangan. Kami terus menghimbau dan mengedukasi wajib pajak agar senantiasa membayar pajaknya tepat waktu dan tepat jumlah. Yang menunggak juga terus diingatkan lagi,” katanya.

Penulis : Wahyu Susanto
Komentar