Selasa, 31 Maret 2026

Harga BBM Berpotensi Naik Awal April, Ini Bocoran Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

Harga BBM Berpotensi Naik Awal April, Ini Bocoran Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

ABATANEWS, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memberi sinyal kemungkinan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) untuk segmen non‑subsidi menyusul lonjakan harga minyak dunia yang menembus US$115 per barel. Pernyataan itu disampaikan saat Bahlil mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Jepang, Senin lalu.

Bahlil menegaskan perubahan harga umumnya dilakukan di awal bulan, sehingga perhatian tertuju pada penetapan harga yang akan berlaku mulai 1 April. Ia menjelaskan Peraturan Menteri ESDM 2022 mengatur dua formula harga BBM: untuk sektor industri dan non‑industri.

Menurut Bahlil, BBM kategori industri — termasuk bensin beroktan tinggi seperti RON 95 dan RON 98 — otomatis mengikuti mekanisme pasar, sehingga jenis inilah yang berpotensi mengalami kenaikan tanpa perlu pengumuman khusus. Kelompok pengguna BBM ini dinilai mampu menanggung harga pasar sehingga tidak memerlukan subsidi pemerintah.

Baca Juga : Pemerintah Pastikan Tak Ada Kenaikan BBM 1 April 2026

“Kalau yang industri tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar,” kata Bahlil, Selasa (31/3/2026). Ia menambahkan bahwa pengguna yang mampu membayar harga pasar tidak menjadi beban anggaran negara.

Sementara itu, untuk BBM bersubsidi Bahlil memastikan pemerintah masih menahan harga dan belum ada keputusan menaikkan subsidi dalam waktu dekat. Ia menegaskan Presiden memperhatikan kepentingan rakyat kecil dan meminta publik menunggu keputusan resmi pemerintah terkait kebijakan harga BBM ke depan.

“Percayalah, nanti tunggu tanggal mainnya Bapak Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat, bangsa, dan negara,” tutup Bahlil.

Komentar