Sabtu, 24 September 2022 20:16

Hadiri Sosialisasi Permentan, Bupati Indah: Kuota Pupuk Terserap dengan Baik

Bupati Luwu Utara (Lutra) Indah Putri Indriani saat menghadiri Sosialisasi Permentan No 10 Tahun 2022 yang dilaksanakan di Kantor BPP Kecamatan Masamba, Sabtu (24/9/2022).
Bupati Luwu Utara (Lutra) Indah Putri Indriani saat menghadiri Sosialisasi Permentan No 10 Tahun 2022 yang dilaksanakan di Kantor BPP Kecamatan Masamba, Sabtu (24/9/2022).

ABATANEWS, LUTRA – Bupati Luwu Utara (Lutra) Indah Putri Indriani mengaku kuota pupuk bersubsidi untuk petani terserap dengan baik. Hal itu ia sampaikan dalam Sosialisasi Permentan No 10 Tahun 2022 yang dilaksanakan di Kantor BPP Kecamatan Masamba, Sabtu (24/9/2022).

“Dari 5 distributor dan 68 pengecer pupuk, tentu ini melahirkan kolaborasi. Berapa kuota yang diberikan kepada kita terserap dengan baik 100 persen dibulan Agustus dan mendapat tambahan,” ujar Bupati Indah dalam sosialiasi yang diikuti para petani.

Menurutnya, penyerapan pupuk ini, tak lepas dari kerjasama dan sinergi semua pemangku kepentingan. Sebab diketahui, Lutra sendiri memiliki berkontribusi di sektor pertanian sekitar 49,04 persen.

Baca Juga : Pemda Lutra Sosialisasi Program BPJamsostek bagi Aparatur Pemdes

Secara keseluruhan, jumlah tersebut sangat besar dan mampu menyumbang PDRB. Meski diketahui, hampir semua sektor bergerak di Lutra tetapi yang paling dominan adalah sektor pertanian.

Apalagi, untuk memastikan prinsip 6T dalam penyaluran pupuk bersubsidi yaitu tepat jenis, tepat jumlah, tepat waktu, tepat sasaran atau tempat, tepat mutu dan tepat harga. Hal ini, juga telah Indah sampaikan di awal bahwa secara keseluruhan pupuk bersubsidi berkurang.

“Tapi di Lutra bertambah karena serapan yang baik tinggal PR kita yang tepat sasaran ini karena ada target pemerintah dan didalamnya melibatkan semua pemangku kepentingan memastikan betul-betul tepat sasaran,” jelasnya.

Baca Juga : Hadiri Rakornas P2DD di Jakarta, Bupati Indah: ETP Punya Peran Strategis

Sambutan Perwakilan PT. Pupuk Indonesia Wilayah Luwu Utara Hilman Adam Nugraha mengungkapkan ada beberapa masalah yang selalu ditemui para pengecer. Diantaranya, masih banyak petani belum mengetahui terkait aturan Permentan dari 70 komoditi dikurangi menjadi 9 komoditi.

Sebab dari 7 jenis pupuk yang dianjurkan untuk disalurkan oleh pemerintah, sekarang menjadi 2 pupuk yaitu Urea dan NPK Phonska. Dengan kegiatan sosialisasi ini, ia berharap menyatukan persepsi.

“Utaman terkait pupuk dan dalam menjalankan tugas kita memudahkan komunikasi ditingkat bawah. Saya harapkan teman-teman pengecer bersinergi dengan penyuluh,” jelasnya.

Penulis : Wahyu Susanto
Komentar