Rabu, 01 April 2026

Granat Aktif Ditemukan di Kantor BPN Makassar, Langsung Dimusnahkan Tim Gegana

Granat Aktif Ditemukan di Kantor BPN Makassar, Langsung Dimusnahkan Tim Gegana 

ABATANEWS, MAKASSAR – Granat aktif ditemukan di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Makassar oleh seorang petugas kebersihan. Penemuan tersebut terjadi sekitar pukul 08.48 Wita, Rabu (1/4/2026).

Security Kantor BPN Makassar, Ahmad Awaluddin menjelaskan, petugas kebersihan awalnya menjalankan tugasnya seperti biasa. Namun setelah mengangkat tong berisi sampah, granat tersebut terjatuh dari dalam.

“Kemudian petugas kebersihan melapor ke security. Setelah itu kami melaporkan temuan ke kantor BPN Makassar kemudian dilaporkan kembali ke Brimob,” ujar Ahmad Awaluddin.

Baca Juga : Bangun Ekosistem Pembinaan Atlet, Unhas dan Brimob Polda Sulsel Kerja Sama Kelola Lapangan Tembak

Ia menjelaskan, granat tersebut berwarna hijau nanas. Setelah temuan tersebut, sekitar pukul 11.00 Wita, Tim Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sulsel datang ke lokasi dan mengamankan temuan.

Sementara itu, Komandan Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Mansur memastikan granat yang ditemukan masih aktif. Jumlah yang ditemukan hanya satu buah.

“Kami menerima laporan dari Kantor BPN Makassar bahwa ada temuan granat. Tim langsung diterjunkan dan mengamankan granat,” jelasnya.

Baca Juga : Bantu Penanganan Bencana, Brimob Polda Sulsel Dikirim ke Aceh

Ia menambahkan, granat tersabut buatan pabrik alias bukan rakitan. Beruntung, granat itu tidak meledak di lokasi kejadian.

“Granat yang ditemukan ini sangat berbahaya karena masih aktif. Oleh karena itu, temuan langsung dimusnahkan,” ujar Kombes Pol Mansur.

Ia menjelaskan, pemusnahan langsung dilakukan sesuai standar. Yang mana jika ditemukan granat aktif langsung dimusnahkan.

Baca Juga : Syukuran HUT ke-49, Danny Pomanto: Gegana Brimob Polda Sulsel Kebanggaan Makassar

Pemusnahan berlangsung dilalukan di kawasan Tanjung Bunga, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar. Lokasi tersebut dipilih karena jauh dari pemukiman dan aktivitas masyarakat.

“Lokasi pemusnahan harus steril dari masyarakat sekitar . Makanya sebelum dimusnahkan kita lakukan peninjauan lokasi. Jadi ada tahapan sebelum kita musnahkan,” pungkas dia.

Penulis : Wahyuddin
Komentar