Minggu, 19 November 2023 10:09

Erick Thohir Bantah Soal Rencana PSSI Naturalisasi 150 Pemain Sepakbola 

Salah satu pemain Serie B Liga Italia, Jaz Idzes ke Indonesia, pada Rabu (6/9/2023). Lelaki berusia 23 tahun itu bertemu dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. (Istimewa)
Salah satu pemain Serie B Liga Italia, Jaz Idzes ke Indonesia, pada Rabu (6/9/2023). Lelaki berusia 23 tahun itu bertemu dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. (Istimewa)

ABATANEWS.COM – Beredar kabar di media sosial yang menyebut PSSI bakal menaturalisasi 150 pemain asing. Kabar tersebut beredar pasca Timnas Indonesia tumbang dari Timnas Irak 5-1 di kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Kamis (16/11/2023).

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai kabar yang beredar tersebut adalah hoaks dan sebagai fitnah yang tidak masuk akal. Erick menyesalkan pihak yang sengaja menyebar hoaks tersebut.

“Satu hal yang jelas, unggahan soal 150 pemain dinaturalisasi adalah sebuah berita bohong, fitnah yang tidak masuk akal. Hal yang patut disayangkan adalah pihak yang tak bertanggung jawab sengaja menyebar kabar bohong yang bernada provokatif itu jelas-jelas memiliki niat tak baik,” ujar Erick dikutip laman PSSI, Minggu (19/11/2023).

Baca Juga : Sebelum Gelar Liga 1 Wanita, PSSI Akan Gulirkan Turnamen Usia Muda 

Erick mengatakan bahwa sejatinya naturalisasi yang dilakukan adalah terkait pemain yang memiliki darah keturunan Indonesia. Jumlah pemain naturalisasi, kata Erick, pun sangat terbatas.

“Memang saat ini ada beberapa pemain naturalisasi yang memiliki darah Indonesia dari orangtua atau keluarganya. Jelas jika memenuhi syarat menjadi WNI, mereka memiliki hak yang sama dengan WNI lain untuk memperkuat timnas,” ujar Erick.

Erick menegaskan proses naturalisasi tak dilakukan secara serampangan. Ada proses yang sangat ketat sebelum pemain keturunan bisa memperkuat merah putih.

Baca Juga : PSSI Tunjuk Pelatih Asal Jepang Latih Timnas Indonesia Wanita 

“Buktinya banyak pemain luar yang berminat pun tidak bisa memperkuat timnas jika memang tidak sesuai standar dan prosedur yang ada. Jadi perlu ditegaskan core utama timnas kita adalah pembinaan yang berjenjang,” papsr Erick.

Erick menjelaskan saat ini fokus timnas adalah membuat jenjang kelompok umur. Hal ini, menjadi bagian dari sistem regenerasi timnas yang berjenjang.

“Fokus timnas saat ini adalah membentuk lapisan tim mulai dari U-14, U-16, U-17, U-20, U-23, dan senior. Dengan proses pembinaan yang baik dan berjenjang, kita berharap regenerasi bisa terus berjalan dan timnas memiliki stok yang siap dan mumpuni untuk berkompetisi di segala tingkatan umur,” pungkas Erick.

Penulis : Wahyu Susanto
Komentar
Berita Terbaru