Sabtu, 11 April 2026

Empat Daerah di Sulsel Berstatus KLB Campak, 169 Anak Dinyatakan Positif

Ilustrasi penyakit Campak.
Ilustrasi penyakit Campak.

ABATANEWS, MAKASSAR – Sebanyak empat wilayah di Sulawesi Selatan (Sulsel) berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) campak. Keempat wilayah tersebut masing-masing Kabupaten Sinjai, Kota Makassar, Kabupaten Luwu, dan Kabupaten Wajo.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Sulsel, Evi Mustikawati Arifin mengatakan keempat wilayah tersebut berstatus KLB setelah ditemukan tingginya angka kasus campak. Yakni, 169 anak dinyatakan positif di wilayah tersebut.

“Jadi ada empat wilayah (dengan kasus tertinggi campak). Kalau jumlah kesulurhan yang diperiksa dan terindikasi ada 1.304 kasus. Tapi yang sudah positif 169 kasus,” jelas Evi, Sabtu (11/4/2026).

Baca Juga : Libur Nataru, Dinkes Sulsel Perkuat Layanan Kesehatan di 9 Pos Terpadu

Ia menjelaskan, faktor utama hingga tingginya angka tersebut dikarenakan banyak anak yang tidak mendapatkan vaksin. Ia mencarat sekitar 69 persen anak di Sulsel belum mendapatkan imunisasi campak.

“Dari hasil penyelidikan di lapangan salah satu faktor utama yang menyebabkan terjadinya campak, sekitar 69 persen karena tidak dilakukan imunisasi campak,” jelas Evi.

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Sulsel telah melakukan beberapa langkah untuk mencegah bertambahnya kasus campak. Diantaranya, melakukan sosialisasi terkait bahaya campak sesuai surat edaran Keme teriak Kesehatan.

Baca Juga : PMI Pusat Kirim Bantuan Logistik untuk Respon KLB Campak di Sumenep

Kemudian, Pemprov Sulsel sendiri sudah mengeluarkan surat edaran tentang kewaspadan dann penanggikangan campak. Yakni melakukan respons cepat dengan melakukan imunisasi campak terhadap daerah yang menjadi tempat KLB canpak.

“Kita juga menggunakan sistem pelacakan yaitu kita melakukan tracking. Misalnya ada satu kasus yang terdeteksi di wilayahnya maka akan dilaporkan di satu aplikasi. Dan ini akan muncul sebagai peringatan yang akan diverifikasi dengan puskesmas untuk mencaui kontak dengan jalan door to door,” papar Evi.

Penulis : Wahyuddin
Komentar