ABATANEWS, MAKASSAR,- Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima kunjungan resmi Duta Besar Kuwait, Khalid Jassim Alyassin, di Balaikota Makassar, Jumat siang (5/12/2025). Silaturahmi diplomatik tersebut membahas peluang kerja sama lintas sektor antara Kota Makassar dan Negara Kuwait.
Terlebih dahulu, Khalid Jassim Alyassin menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemerintah Kota Makassar, lalu membuka diskusi mengenai area kolaborasi yang memungkinkan untuk dijajaki.
Baca Juga : Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Pererat Hubungan Makassar-Swiss
Baca Juga : Buka Asesmen 464 Kepala Sekolah, Appi Soroti Pentingnya Karakter dan Budaya Lokal
Baca Juga : Bertemu Wali Kota Appi, Petinggi Pertamina Beberkan Strategi Skema SPBU Jadi 4 Klaster Atasi Antre Solar
Dalam dialog tersebut, sejumlah sektor strategis menjadi fokus diskusi Munafri dan Khalid Jassim Alyassin. Diantaranya ketahanan pangan, ketenagakerjaan, serta peluang dukungan dalam pembangunan infrastruktur.
Baca Juga : Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Pererat Hubungan Makassar-Swiss
Baca Juga : Buka Asesmen 464 Kepala Sekolah, Appi Soroti Pentingnya Karakter dan Budaya Lokal
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut baik peluang tersebut. Ia menegaskan bahwa Makassar terbuka lebar menerima uluran kerja sama strategis dengan Kuwait.
Baca Juga : Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Pererat Hubungan Makassar-Swiss
Baca Juga : Buka Asesmen 464 Kepala Sekolah, Appi Soroti Pentingnya Karakter dan Budaya Lokal
Munafri lalu bercerita tentang peluang kerja sama dalam penguatan sumber daya manusia. Ia menilai, sebagai negara yang sama-sama mayoritas penduduk Muslim, Negara muslim memiliki nilai-nilai positif dalam aspek ketenagakerjaan.
Baca Juga : Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Pererat Hubungan Makassar-Swiss
Baca Juga : Buka Asesmen 464 Kepala Sekolah, Appi Soroti Pentingnya Karakter dan Budaya Lokal
Baca Juga : Wakil Wali Kota Makassar Sambut Kunjungan Kerja Komite III DPD RI, Bahas RUU Guru dan Dosen
Peluang kerja maupun studi di negara Kuwait yang memiliki latar budaya dan pandangan dalam spiritual masyarakat yang tidak jauh berbeda, tentu akan lebih baik bagi warga muslim Makassar.
Baca Juga : Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Pererat Hubungan Makassar-Swiss
Baca Juga : Buka Asesmen 464 Kepala Sekolah, Appi Soroti Pentingnya Karakter dan Budaya Lokal
“Banyak warga Makassar yang bekerja ke luar negeri, mayoritas masih mencari peluang ke negara-negars barat, tentu beda kalau mereka ke islamic country, ” ucap Munafri.
Baca Juga : Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Pererat Hubungan Makassar-Swiss
Baca Juga : Buka Asesmen 464 Kepala Sekolah, Appi Soroti Pentingnya Karakter dan Budaya Lokal
Munafri lalu menyebut Makassar Creative Hub (MCH) sebagai salah satu fasilitas yang sudah dirancang untuk memperkuat keterampilan masyarakat melalui berbagai pelatihan dan kompetensi industri masa kini.
“Meski demikian demikian, masih perlu pelatihan dan persiapan untuk memahami sosial budaya, hingga tradisi dari negara Kuwait itu sendiri,” lanjut Munafri.
Baca Juga : Wali Kota Munafri Dorong APPI Ambil Peran Strategis Atasi Persoalan Sosial di Makassar
Selain ketenagakerjaan, pembahasan juga menyentuh peluang dukungan dalam bidang transportasi publik. Munafri membuka peluang dukungan di sektor transportasi sekolah hingga ransportasi laut bagi warga kepulauan.
“Kami akan segera menyusun daftar program. Setelah itu, kami siap melanjutkan pertemuan berikutnya,” ujar Munafri kepada Khalid Jassim Alyassin.
Sementara itu, Khalid Jassim Alyassin menyampaikan pertemuan ini menjadi langkah awal dalam menelaah potensi kerja sama yang akan dibangun.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Pimpin Bersih-Bersih Kanal, Tekankan Kebersihan Harus Jadi Kebiasaan
“Kami ingin bekerja sama di berbagai sektor, spesifiknya di ketahanan pangan, ketenagakerjaan, dan pembangunan dan infrastruktur,” urainya.
Khalid Jassim Alyassin menyampaikan usai pertemuan tersebut, langkah selanjutnya adalah pembahasan teknis bersama pihaknya untuk menentukan sektor prioritas yang paling relevan.(*)