Sabtu, 06 Desember 2025

Dubes Kuwait dan Walikota Makassar Bahas Peluang Kerjasama Pelatihan SDM hingga Infrastruktur

Dubes Kuwait dan Walikota Makassar Bahas Peluang Kerjasama Pelatihan SDM hingga Infrastruktur

ABATANEWS, MAKASSAR,- Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima kunjungan resmi Duta Besar Kuwait, Khalid Jassim Alyassin, di Balaikota Makassar, Jumat siang (5/12/2025). Silaturahmi diplomatik tersebut membahas peluang kerja sama lintas sektor antara Kota Makassar dan Negara Kuwait.

Terlebih dahulu, Khalid Jassim Alyassin menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemerintah Kota Makassar, lalu membuka diskusi mengenai area kolaborasi yang memungkinkan untuk dijajaki.

Baca Juga : Pemilahan Sampah di RT 04 Tamangapa Libatkan Seluruh Kelompok, Kini Jadi Percontohan

Baca Juga : Wali Kota Munafri Minta Perlindungan Anak di Era Digital Diperketat

 

Baca Juga : Warga RW 04 Jipang Kelola Sampah Mandiri, Buktikan Sampah Bisa Selesai dari Sumbernya

Dalam dialog tersebut, sejumlah sektor strategis menjadi fokus diskusi Munafri dan Khalid Jassim Alyassin. Diantaranya ketahanan pangan, ketenagakerjaan, serta peluang dukungan dalam pembangunan infrastruktur.

Baca Juga : Pemilahan Sampah di RT 04 Tamangapa Libatkan Seluruh Kelompok, Kini Jadi Percontohan

Baca Juga : Wali Kota Munafri Minta Perlindungan Anak di Era Digital Diperketat

 

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut baik peluang tersebut. Ia menegaskan bahwa Makassar terbuka lebar menerima uluran kerja sama strategis dengan Kuwait.

Baca Juga : Pemilahan Sampah di RT 04 Tamangapa Libatkan Seluruh Kelompok, Kini Jadi Percontohan

Baca Juga : Wali Kota Munafri Minta Perlindungan Anak di Era Digital Diperketat

 

Munafri lalu bercerita tentang peluang kerja sama dalam penguatan sumber daya manusia. Ia menilai, sebagai negara yang sama-sama mayoritas penduduk Muslim, Negara muslim memiliki nilai-nilai positif dalam aspek ketenagakerjaan.

Baca Juga : Pemilahan Sampah di RT 04 Tamangapa Libatkan Seluruh Kelompok, Kini Jadi Percontohan

Baca Juga : Wali Kota Munafri Minta Perlindungan Anak di Era Digital Diperketat

 

Baca Juga : Wali Kota Munafri Paparkan Potensi Investasi di Forum Investasi Rakornas APINDO 2026

Peluang kerja maupun studi di negara Kuwait yang memiliki latar budaya dan pandangan dalam spiritual masyarakat yang tidak jauh berbeda, tentu akan lebih baik bagi warga muslim Makassar.

Baca Juga : Pemilahan Sampah di RT 04 Tamangapa Libatkan Seluruh Kelompok, Kini Jadi Percontohan

Baca Juga : Wali Kota Munafri Minta Perlindungan Anak di Era Digital Diperketat

 

“Banyak warga Makassar yang bekerja ke luar negeri, mayoritas masih mencari peluang ke negara-negars barat, tentu beda kalau mereka ke islamic country, ” ucap Munafri.

Baca Juga : Pemilahan Sampah di RT 04 Tamangapa Libatkan Seluruh Kelompok, Kini Jadi Percontohan

Baca Juga : Wali Kota Munafri Minta Perlindungan Anak di Era Digital Diperketat

 

Munafri lalu menyebut Makassar Creative Hub (MCH) sebagai salah satu fasilitas yang sudah dirancang untuk memperkuat keterampilan masyarakat melalui berbagai pelatihan dan kompetensi industri masa kini.

“Meski demikian demikian, masih perlu pelatihan dan persiapan untuk memahami sosial budaya, hingga tradisi dari negara Kuwait itu sendiri,” lanjut Munafri.

Baca Juga : Wakil Wali Kota Makassar Serahkan Bantuan Pangan Gratis pada Rangkaian Muktamar V Wahdah Islamiyah

Selain ketenagakerjaan, pembahasan juga menyentuh peluang dukungan dalam bidang transportasi publik. Munafri membuka peluang dukungan di sektor transportasi sekolah hingga ransportasi laut bagi warga kepulauan.

“Kami akan segera menyusun daftar program. Setelah itu, kami siap melanjutkan pertemuan berikutnya,” ujar Munafri kepada Khalid Jassim Alyassin.

Sementara itu, Khalid Jassim Alyassin menyampaikan pertemuan ini menjadi langkah awal dalam menelaah potensi kerja sama yang akan dibangun.

Baca Juga : Wali Kota Tasming Hamid Apresiasi TRC BPBD, Sebut Pengabdian Personel Bernilai Amal Jariah

“Kami ingin bekerja sama di berbagai sektor, spesifiknya di ketahanan pangan, ketenagakerjaan, dan pembangunan dan infrastruktur,” urainya.

Khalid Jassim Alyassin menyampaikan usai pertemuan tersebut, langkah selanjutnya adalah pembahasan teknis bersama pihaknya untuk menentukan sektor prioritas yang paling relevan.(*)

Komentar